Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan Terus Bergerak Bersiap Hadapi Musim Penghujan

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo blusukan meninjau langsung saluran di lingkungan wilayah Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan. (Ist)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Jelang musim penghujan tiba, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama lembaga instansi terkait terus begerak dan bekerja sebagai langkah kesiapsiagaan dan mitigasi untuk menghadapi musim penghujan serta potensi cuaca ekstrem.
“Sesuai arahan dari gubernur agar sejumlah Infrastruktur dilakukan pembenahan dan perbaikan mulai dari pengerukan saluran/selokan, embung termasuk sejumlah titik pertemuan aliran kondisinya harus sudah rapih dan aman disaat puncak musim penghujan sekaligus antisipasi banjir tahunan.”
Hal ini diungkapkan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo kepada progresifjaya.co.id, belum lama ini.
Selain itu, Syafrin menuturkan, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan unsur terkait termasuk masyarakat dalam upaya memastikan percepatan program pengendalian banjir dan penataan lingkungan untuk bisa berjalan secara menyeluruh, demi kepentingan warga sekitra.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan untuk penyelesaian normalisasi sejumlah sungai pada Desember 2026. Target tersebut ditetapkan sebagai langkah antisipasi menjelang puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi pada Februari 2027.
Sementara itu, data yang dhimipun dari website BMKG menunjukan, anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik pada Agustus 2026 di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur mencapai angka +2,83, dan indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) pada periode Juni- Juli Agustus 2026 menunjukkan nilai sebesar +2,20 yang berarti ENSO berada pada fase El Niño Sangat Kuat. Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027.

Wali Kota Syafrin Liputo bersama Asisten Perekonomian Pembangunan, Iwan K Santoso saat blusukan di wilayah Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan. (Ist)
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026 (185 ZOM; 24,66% luas daratan Indonesia) dan Desember 2026 (266 ZOM; 17,31% luas daratan Indonesia) diawali dari wilayah Sumatera bagian utara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur (529 ZOM; 61,08% luas daratan Indonesia) dan sama dengan normalnya (26 ZOM; 2,15% luas daratan Indonesia).
Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia (510 ZOM; 69,76% luas daratan Indonesia) diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya.
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026 (155 ZOM; 36,94% luas daratan Indonesia), Januari 2027 (162 ZOM; 25,68% luas daratan Indonesia), dan Februari 2027 (190 ZOM; 16,79% luas daratan Indonesia).
Puncak musim hujan di sebagian besar Indonesia diprediksi terjadi lebih lambat atau MUNDUR (332 ZOM; 50,76% luas daratan Indonesia) dan SAMA dengan normalnya (275 ZOM; 39,69% luas daratan Indonesia).
Sebagian besar wilayah Indonesia (482 ZOM; 51,90% luas daratan Indonesia) diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.
Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi



