Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Sepakati Klik Tombol On Program Integrasi Pengawasan 24.095 CCTV

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menandatangi nota kesepahaman tentang Optimalisasi Pemanfaatan 24.095 CCTV dalam Rangka Menjaga Keamanan dan Ketertiban Umum.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri membuat kesepakatan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kesepakatan tersebut diwujudkan dengan penandatanganan bersama nota kesepahaman tentang Optimalisasi Pemanfaatan CCTV dalam Rangka Menjaga Keamanan dan Ketertiban Umum.
Nota kesepahaman yang ditandatangani itu adalah kesepakatan bersama untuk menekan tombol on program integrasi pengawasan dari 24.095 unit CCTV. Sebanyak 24.095 CCTV dari berbagai sumber (BUMD, OPD, sarana lantas Polda Metro, dan gedung swasta di atas 4 lantai) ini terhubung ke dalam satu sistem terpadu.
Untuk aksesibilitasnya, dasbor pemantauan CCTV juga tak kan dibuka bebas untuk umum demi menjaga kerahasiaan publik. Cuma Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya saja yang bisa mengaksesnya.
Metodelogi program CCTV ini bertujuan untuk mempermudah kepolisian menggunakan teknologi investigasi berbasis pendekatan ilmiah (scientific crime investigation) guna mendeteksi, mencegah, dan menindak kejahatan jalanan seperti begal maupun tawuran
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat untuk kita semuanya, tentu dalam hal ini kepolisian untuk mengoptimalkan teknologi guna mengantisipasi kejahatan sekaligus mempercepat respons masyarakat yang membutuhkan pertolongan dari kepolisian,” ujar Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Kang Asep ‘Sniper’ usai menandatangani nota kesepahaman di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Dijelaskan juga olehnya, adanya kerja sama pengelolaan CCTV ini pun bisa turut bermanfaat untuk memantau arus lalu lintas. Keberadaan CCTV ini membuat personel bisa lebih cepat mengambil keputusan dalam pengaturan lalu lintas.
“Kerja sama ini diarahkan untuk keamanan, ketertiban, dan juga bisa kita gunakan untuk memonitor arus lalu lintas yang ada di wilayah DKI Jakarta. Agar personel di lapangan bisa lebih cepat untuk melakukan reaksi mendatangi lokasi tempat-tempat yang perlu kita datangi dalam hal mengolah situasi kamtibmas, keamanan maupun lalu lintas,” terang Kapolda Kang Asep ‘Sniper’.
Meski begitu, lanjutnya, adanya kerja sama optimalisasi CCTV ini tetap akan menjunjung tinggi perlindungan privasi. Hal ini selaras satu chord dengan aturan yang berlaku.
Di momen yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut 24.095 CCTV tersebut adalah CCTV yang dimiliki berbagai pihak seperti milik Pemprov DKI Jakarta, kepolisian, hingga gedung bertingkat lebih dari empat tingkat turut dilibatkan.
Dengan adanya kerja sama ini, data yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta dipastikan menjadi semakin lengkap untuk memperkuat program Jaga Jakarta yang digagas oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri.
“Kalau kesepakatan program ini dilakukan, maka Jakarta akan semakin punya data lengkap. Dan mudah-mudahan ini akan lebih memperkuat Jaga Jakarta yang selama ini dilakukan bersama-sama antara Pemerintah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan seluruh Forkopimda yang ada di DKI Jakarta,” jelasnya.
Penulis/Editor: Bembo



