Pelayanan Publik Satlantas Polresta Cirebon Mudahkan Masyarakat, Ciri Khas Perilaku Pangeran Cakrabuwana

Pelayanan publik Satlantas Polresta Cirebon kepada pemohon SIM dan wajib pajak di Kabupaten Cirebon selalu bersandar pada sikap dan perilaku Pangeran Cakrabuwana, sang legenda yang mendirikan Cirebon.
progresifjaya.co.id, KABUPATEN CIREBON – Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon melalui Unit Regident terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pengurusan surat-surat kendaraan bermotor.
Pelayanan tersebut dilakukan secara menyeluruh, baik di lini pelayanan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas), Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) maupun pelayanan mobile SIM Keliling (Simling) dan Samsat Keliling (Samling).
Untuk pekan ini, Senin hingga Sabtu, 1-6 Juni 2026, layanan publik Simling dan Samling Polresta Cirebon hanya off di hari Senin karena terkait libur nasional Hari Kelahiran Pancasila. Namun mulai besok Selasa, 2 Juni 2026 akan tersaji asyik lagi hingga Jumat mendatang.
Untuk hari Selasa, jadwal Simling Polresta Cirebon akan parkir melayani di Pos Pol Kanci. Kemudian Rabu, 3 Juni 2026 bergeser melayani ke Ramayana Weru. Pada Kamis, 4 Juni 2026, pelayanan prima Simling akan stand by di Pos Pol Tegarkarang dan pada Jumat, 5 Juni 2026 akan balik ke Ramayana Weru untuk beraksi melayani.
Berbeda locus dengan lini pelayanan Simling. Untuk pelayanan publik Samling Polresta Cirebon hari Selasa besok akan
split between two locations memuaskan wajib pajak di Desa Kaliwulu Kecamatan Plered dan Pasar Kedondong Kecamatan Susukan.
Kemudian di hari Rabu, pelayanan two-timing akan dilakukan di Desa Tegalwangi Kecamatan Weru dan Desa Pangkalan di Kecamatan Plered. Next day, Kamis, pelayanan two timing again akan tersaji di Desa Tegalgubug Lor Kecamatan Arjawinangun dan Pasar Palaralan Kecamatan Plered.
Kemudian di hari Jumat, pelayanan Samling Polresta Cirebon yang asyik akan berpindah disajikan ke Desa Bodelor Kecamatan Plumbon dan Batik Rizky Kecamatan Plered. Dan saat weekend di hari Sabtu, Samling Polresta Cirebon tetap two timing mengambil posisi di Lapangan Bola Kecamatan Plumbon dan Kantor Kecamatan Weru.
Semua layanan publik, baik Simling dan Samling ini akan hadir beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB hingga Jumat. Sedangkan terkhusus di hari Sabtu, operasional layanan akan berjalan lebih singkat dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo dalam pernyataan resminya menjelaskan, pelayanan prima kepada masyarakat memang menjadi salah satu prioritas Satlantas Polresta Cirebon, khususnya dalam hal pelayanan administrasi SIM dan surat kendaraan bermotor.
“Para petugas Satpas dan Samsat, termasuk juga Simling dan Samling Satlantas Polresta Cirebon terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik yang cepat, humanis dan profesional untuk memudahkan masyarakat mengurus SIM maupun mengurus surat kendaraan bermotor,” kata AKP Yudha, Senin, 1 Juni 2026.
Dan sebagai dogma penyemangat para petugas agar bisa cepat bertransformasi diri menjadi Polantas Presisi, cerita legenda kearifan tindakan dan perilaku Pangeran Cakrabuwana pun digunakan sebagai sandarannya.
Pangeran Cakrabuana atau Raden Walangsungsang adalah sosok yang mendirikan Keraton Pakungwati, cikal bakal Kesultanan Cirebon. Putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran ini adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar kekuasaan Islam di Cirebon.
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah yang juga termasuk dalam Wali Songo tak lain adalah adalah keponakan Pangeran Cakrabuana. Dia datang dari Timur Tengah untuk kemudian diangkat menjadi raja atau sultan pertama di Cirebon
“Pangeran Cakrabuwana adalah sosok penguasa sakti yang mendirikan Cirebon. Namun meski pun sakti dan berkuasa, dia terkenal sangat welas asih dan selalu membantu memudahkan urusan rakyatnya. Tak ada sedikit pun kesombongan dirinya untuk membantu masyarakat. Dan terbukti, dengan dukungan penuh rakyatnya, dia bisa menjadikan Cirebon dari sebuah desa nelayan kecil menjadi pusat penyebaran agama Islam di tanah Pasundan,” AKP Yudha bertutur.
“Sifat itulah yang coba kami adopsi dan pahami untuk memberikan pelayanan terbaik guna memudahkan masyarakat Cirebon mengurus SIM dan mengurus surat kendaraan bermotor,” tambahnya.
Dikatakan AKP Yudha juga, dengan menghadirkan pelayanan publik Simling dan Samling secara intens dan terpola, Satlantas Polresta Cirebon boleh disebut sudah benar-benar serius menyelami sejarah sikap dan perilaku Pangeran Cakrabuwana sebagai seorang penguasa.
Polisi, kata AKP Yudha, tidak boleh berperilaku jemawa meski punya banyak kewenangan dan kekuasaan. Justru sebaliknya. Kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki itu mesti hadir dan tersaji buat bantu melayani dan memudahkan masyarakat supaya terbangun chemistry kedekatan yang kuat.
“Filosofi Polantas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat berakar pada pergeseran pendekatan represif menuju pemolisian yang humanis dan dialogis atau listening policing. Polantas hadir bukan sekadar sebagai penindak, namun juga sebagai mitra, edukator, dan pelindung yang siap mendengarkan aspirasi warga. Persis seperti pointer sosok Pangeran Cakrabuwana sebagai pemimpin dan penguasa,” papar AKP Yudha lagi.
“Dan kami berharap pelayanan yang kami berikan itu akan melahirkan kenyamanan serta kepuasan buat masyarakat Cirebon,” tambahnya.
Penulis/Editor: Bembo



