EKONOMI & BISNIS

Kebiasaan, Diam-diam Harga Pertamax Melonjak Dipatok Rp 16.250 per Liter

progresifjaya.co.id, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan kebiasaan tidak populis secara diam-diam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax pada Rabu (10/6) dinihari. Tidak main-main, kenaikan melonjak hampir Rp 4.000 per liter, yang semula dipatok Rp 12.300 kini menjadi Rp 16.250 per liter.

Bagi kebanyakan warga, kenaikan ini mengagetkan. Sebab, lonjakan harga ini tanpa ada info sejak jauh hari. Mungkin cuman hanya segelintir yang mengetahui tapi hampir seluruh masyarakat kurang mendapat info tersebut. Padahal di era digital, info sangat mudah didapat masyarakat. 

Salah satu konsumen Pertamax,  Ami (38) kaget ketika tahu harga Pertamax menjadi Rp 16.250.  “Kebiasaan, pagi-pagi sudah bikin kaget harganya. Mana naiknya banyak banget,” ujar Ami kepada progresifjaya.co.id di Bekasi, Rabu  (10/6) pagi.

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi berlaku mulai Rabu. Berdasarkan informasi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini dipatok Rp 16.250 per liter. Angka tersebut naik Rp 3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp 12.300 per liter.

Kenaikan ini menjadi penyesuaian pertama untuk Pertamax setelah sebelumnya harga produk tersebut masih dipertahankan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang terjadi sejak konflik Israel-Iran memanas pada akhir Februari 2026. Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan harga dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Sementara harga Pertamax Turbo tidak berubah dan tetap dijual Rp 20.750 per liter, sama seperti yang berlaku pada penyesuaian 1 Juni 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah, mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Adapun produk solar non-subsidi, Pertamina belum melakukan perubahan harga. Begitu pula untuk seluruh jenis BBM bersubsidi. “Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” kata Roberth.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *