
progresifjaya.co.id, LEBAK – Warga Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, merasa resah dengan keberadaan puluhan warung remang-remang di daerah itu. Pasalnya, warung remang-remang itu diduga kerap beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam.
Tokoh masyarakat setempat, Dedi Mulyadi mengatakan, puluhan warung remang-remang itu membentang di sepanjang pesisir laut di Desa Darmasari.
“Warung remang-remang mulai buka pada sore hari hingga dengan dini hari. Jika di malam hari, aktifitas warung remang-remang itu kerap menyediakan wanita-wanita pendamping para lelaki hidung belang serta menyajikan berbagai aneka minuman keras sehingga meresahkan warga sekitar,” ujar Dedi, Rabu (17/6/2026).

Ia menerangkan, warung remang-remang itu keberadaanya sudah cukup lama. Akan tetapi belum ada tindakan dari aparat terkait. “Untuk itu, saya meminta agar ditindak sesuai aturan yang belaku, sehingga kami masyarakat tidak merasa resah,” sebutnya.
Lokasi warung remang remang di Pulau Manuk itu tak jauh dari jalan utama Bayah-Sawarna, sehingga dapat terlihat oleh masyarakat umum. Bahkan, suara musik itu sangat bising hingga terdengar sampai ke jalan raya.
Ia juga menuturkan pengunjung juga terlihat pada sempoyongan diduga akibat minuman keras. “Kami meminta pihak aparat dan Forkopimcam Bayah dapat memberantas warung remang-remang itu, karena sangat mengganggu masyarakat,” tegas Dedi Mulyadi lagi.
Beberapa kali masyarakat melakukan teguran, kata Dedi Mulyadi, akan tetapi pemilik warung remang-remang itu tidak menggubrisnya, sehingga aktifitas mereka tetap saja berjalan setiap hari.

Dedi mengungkapkan keberadaan minuman keras di warung remang-remang itu terbilang cukup tinggi lantaran berbagai merek tersedia lengkap meski tidak diperlihatkan di etalase warung.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelejen Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Wahyudin ketika dimintai keterangan lewat telepon selulernya, mengatakan, [pihaknya akan mengecek ke lokasi seputar keberadaan warung remang-remang di Pulo Manuk, Desa Darmasari. Sekali lagi ia menegaskan, pihaknya selalu merespon dengan berbagai informasi yang diterima dari masyarakat.
“Kita akan lakukan pengecekan ke lapangan, setiap informasi dari masyarakat akan kami tindaklanjuti dan saya akan laporkan ke pimpinan,” kata Wahyudin. (Rencong)



