INTERNASIONAL

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Marah Besar Mengetahui Dirinya Mengalami Pelecehan Seksual

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum (63) mendapatkan pelecehan seksual di depan umum

progresifjaya.co.id, JAKARTA – ini benar-benar sudah di luar nalar. Bagaimana bisa seorang presiden wanita Claudia Sheinbaum (63) yang memimpin negara Meksiko bisa mendapatkan pelecehan seksual di depan umum secara jelas dan terang-terangan dilakukan seorang pria mabuk? Meski sang presiden semula tidak menyadari akan perlakuan pria yang memeluk dan mencoba menciumnya, peristiwa itu membuat geger masyarakat di negara tersebut.

Insiden itu terjadi saat Presiden Claudia Sheinbaum yang tampak masih cantik itu melakukan kunjungan dan berinteraksi dengan warga di kawasan pusat Kota Meksiko pada Selasa, 4 November 2025, yang terekam dalam sebuah video dan kemudian viral di media sosial. Anehnya, Sheinbaum baru mengetahui dirinya mengalami pelecehan seksual setelah melihat hal itu di media sosial hingga membuatnya marah besar dan memerintahkan menangkap pelaku setelah ia melaporkan aksi bejad pria mabuk itu.

Dalam video viral tersebut, terlihat seorang pria yang diduga berada dalam pengaruh alkohol mendekati Sheinbaum dari belakang. Lalu memeluknya dan tangannya tampak menempel pada dada presiden. Kemudian pria itu mencoba mencium bagian leher Sheinbaum yang tampak rambutnya dikuncir. Pada saat itu secara reflek presiden menepis dan menghindar secara halus, karena ia tidak menyadari aksi pelecehan seksual itu, sampai seorang petugas keamanan menjauhkan pelaku dari lokasi.

Pada keesokan harinya, Rabu (5/11), Sheinbaum menyampaikan pernyataan resmi atas kejadian tersebut. Ia menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai bentuk ketegasan terhadap segala bentuk pelecehan terhadap perempuan. “Apa yang saya alami ini adalah pengalaman yang juga dialami oleh banyak perempuan di negara kita. Jika saya sendiri tidak melapor, lalu bagaimana dengan semua perempuan Meksiko lainnya?” ujarnya dikutip laman AFP, Kamis (6/11).

Presiden saja bisa menjadi korban pelecehan seksual apalagi perempuan yang kerap menggunakan transportasi umum.

Berkaitan dengan peristiwa itu, presiden menyerukan penerapan undang-undang kekerasan seksual yang lebih ketat usai menjadi korban pelecehan seksual saat menyapa warga dekat istana. Dia meminta seluruh pemerintah negara bagian Meksiko memeriksa undang-undang dan prosedur agar mudah bagi perempuan untuk melapor serangan seksual. “Warga Meksiko perlu mendengar penolakan yang tegas dan jelas, ruang pribadi perempuan tak boleh dilanggar,” kata Sheinbaum.

Di Meksiko, tak seluruh negara bagian mengklasifikasikan pelecehan seksual sebagai kejahatan. Wilayah-wilayah tersebut memiliki hukum pidana sendiri. Sedangkan Kota Meksiko mendefinisikan pelecehan seksual sebagai perilaku yang bersifat seksual yang tak diinginkan orang yang menerimanya. Pelaku bisa dikenai hukuman satu hingga tiga tahun penjara, demikian dikutip Le Monde.

Lebih lanjut, Sheinbaum mengatakan pihaknya sudah mengajukan gugatan terhadap pelaku. Dikatakan, jika dia tak mengajukan gugatan bisa jadi perempuan di Meksiko terancam. Presiden saja bisa menjadi korban pelecehan seksual apalagi perempuan yang kerap menggunakan transportasi umum. “Apa yang akan terjadi kepada semua perempuan muda di negara kita,” ucap Sheinbaum seraya berujar dirinya juga pernah mengalami pelecehan seksual pada usia 12 tahun saat menggunakan transportasi umum ketika hendak berangkat ke sekolah.

Pihak kepolisian Meksiko mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan di kantor kepolisian negara bagian. Sementara Kementerian Pemberdayaan Perempuan Meksiko mengutuk keras tindakan tersebut. Sang Menteri Citlali Hernandez menyebut insiden itu sebagai cerminan budaya macho yang masih mengakar di masyarakat dan sering kali menormalkan pelanggaran terhadap ruang pribadi perempuan. “Kami mengutuk tindakan yang dialami presiden kami hari ini,” ujar Menteri Citlali Hernandez dalam sebuah unggahan di laman X.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *