Mainkan Rhythm Action Harmonis Kondusif, Unjuk Rasa Buruh KASBI Diapresiasi Dapat Nilai Tinggi

Tindakan humanis personel pengamanan Polri membagikan air mineral dan roti ke buruh pengunjuk rasa dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) adalah bukti nyata empiris teori humaniora tentang pendekatan humanis yang dicetuskan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sebanyak 1.464 personel pengamanan gabungan yang diterjunkan Polda Metro Jaya untuka mengamankan unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Rabu, (6/11) lalu kompak buat menyajikan bukti hasil apik hasil kerja mereka saat mengamankan unjuk rasa.
Unjuk rasa itu sendiri berlangsung lebih kurang enam jam. Dan semua pihak yang terlibat aksi mengaku bisa menikmatinya tanpa perlu rasa emosional. Suasana aksi demo berjalan adem, sejuk, menarik juga asyik from beginning to end. It’s different.
Beragam pujian dan pengakuan pun kemudian datang dari berbagai pihak dan elemen masyarakat. Mereka juga salut aksi ini seperti pakai kord irama yang harmonis dalam hal komunikasi interaktif seluruh pihak yang terlibat. Melodi komunikasi yang terbangun sangat catchy dan enak didengar karena terbangunnya keakraban dari semua pihak yang on dalam unjuk rasa ini.
Dari hasil pantauan lapangan juga diketahui seperti apa sikap yang ditunjukkan para personel pengamanan unjuk rasa ini saat bertugas. Mereka sudah tertib dan siaga untuk menyambut kedatangan pagi. Padahal nasih jauh dan lebar selisih waktunya dengan info waktu dimulainya unjuk rasa.
Tak ada rasa jengah yang dirasakan personel pengamanan unjuk rasa meski harus lama menunggu waktu untuk bekerja. Panjangnya waktu yang bergulir tak pernah dipersoalkan. Putaran waktu yang terbuang tetap bisa dinikmati dan dihayati tanpa keluhan. Selalu slowly but sure. Tetap rileks dengan kekosongan hingga waktu buat mendengar instruksi teknis tentang penugasan dari pimpinan tiba.
Tapi alih-alih sebelum tiba waktu buat masuk ke tahap itu, rupanya ada hal lain lagi yang jadi prioritas para personel pengamanan buat ditunggu. Bahkan terkesan jadi yang paling ditunggu. Sampai-sampai hukum yang berlaku buat hal ini pun ngeri. Diharamkan absen atau terlewati dan kabair atau dosa besar jika dilewatkan secara sengaja.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro
Ya wajar saja, sih sebenarnya kalau kita tahu hal yang dimaksud itu apa. Soalnya perihal paling ditunggu dan hukumnya juga haram untuk dilewatkan itu alurnya terkoneksi langsung tanpa border dengan komandan tugas pengamanan aksi unjuk rasa di lapangan. Ditambah lagi juga ada info valid bahwa sosok komandan yang dimaksudkan itu adalah seorang perwira menengah level senior dalam tubuh Polri. Dan kini dia juga sedang mengemban amanah untuk memimpin salah satu Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sosok yang dimaksudkan itu tak lain adalah Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Seorang perwira Polri berzodiak Sagitarius dengan simbol pangkat tiga melati. Kombes Pol Susatyo juga adalah perwira asal Batalyon Parama Satwika, penyebutan dengan nama lain untuk almamater Akpol dengan tahun kelulusan 1998.
Nah, sekarang kita masuk ke penjelasan koneksitas antara Kombes Pol Susatyo dengan hal paling ditunggu dan hukumnya haram buat dilewatkan itu. Bahasan koneksi dari rangkaian kata tersebut sebenarnya adalah sebuah momen. Satu momen di mana dirinya sedang memberi arahan tentang tactical wall game (TWG) pengamanan sebuah peristiwa.
Ya, realistis saja. Arahan ini memang situasi paling ditunggu seluruh personel Polri yang dapat tugas untuk mengamankan sebuah peristiwa. Kenapa? Karena momen arahan TWG ini adalah kunci jawaban teknis yang lengkap tentang pelaksanan tugas pengamanan di lapangan.
Jika tahap ini selesai, seluruh personel kemudian masuk ke tahap menerima instruksi teknis penugasan. Setelah selesai, barulah personel pengamanan bergerak cepat menuju titik kerja penugasan.
“Poin utama pelaksanaan tugas pengamanan demo ini adalah
upaya Polri untuk mewujudkan struktur komunikasi yang asyik dan bersahabat untuk didengar massa Pengurus Pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang sedang berdemo,” kata Kapolrestro Susatyo saat momen arahan TWG, di mana dalam waktu bersamaan dia juga sedang memimpin apel kesiapan pengamanan unjuk rasa dalam Kompleks Parlemen.
“Kami juga sudah menyiapkan teknis imbauan yang humanis untuk dikomunikasikan ke orator demo di lapangan. Tujuannya agar mereka bisa menahan diri serta tidak mau memprovokasi massa untuk bertindak melanggar hukum,” imbuhnya lagi menegaskan.
Bukti Empiris

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto.
Aksi unjuk rasa buruh dengan jumlah peserta diperkirakan 5.000 orang ini digagas oleh Pengurus Pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang dinakhodai Sunarno sebagai Ketua Umum KASBI. Untuk info sebaliknya, Polri sebagai kubu pengamanan demo hanya berkekuatan 1.464 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek jajaran dan Pemprov DKI.
Dalam aksi tersebut, KASBI sebagai kreator demo diketahui membawa 10 tuntutan utama yang juga jadi bahan orasi mereka. Rincian tuntutan itu adalah mendesak legislatif segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Pro Buruh. Lalu juga tunturan agar diberlakukan upah layak nasional dengan naikkan upah 2026 minimal 15 persen. Kemudian permintaan menghapus sistem kerja kontrak, outsourcing, pemagangan eksploitif, dan kemitraan palsu ojol.
Selanjutnya, KASBI juga menuntut perlindungan untuk buruh perempuan. Kemudian ratifikasi Konvensi ILO 190, penyediaan Day Care murah dan berkualitas serta pengadaan ruang laktasi. Kemudian pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif juga diminta untuk menjamin hak buruh perkebunan, pertanian, pertambangan, pendidikan dan kesehatan.
“Kami juga menuntut ada perlindungan buat buruh migran dan pekerja perikanan. Kemudian ratifikasi Konvensi ILO 188 dan segera turunkan harga sembako, BBM, TDL, dan tarif tol. Juga penghapusan upaya represi dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat. Kemudian juga bebaskan seluruh tahanan aksi, stop perang,
blokade ekonomi dan genosida, dan dukung kemerdekaan Palestina,” urai Sunarno.
Secara over all, aksi unjuk rasa ini dapat penilaian tinggi dari masyarakat Suasana yang harmonis dan kondusif sebagai rhythm action dari unjuk rasa yang dimulai pukul 12.00 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB ini. Ada banyak mata yang melihat aksi dan akhirnya memberi penilaian.
Di sela-sela aksi unjuk rasa, beberapa personel pengamanan dari Polri tiba-tiba terlihat mengambil inisiatif untuk gerak cepat secara manis. Selanjutnya mereka mendekati dan menyapa massa yang demo sembari membagikan roti dan air mineral. Poin plus dari aksi unjuk rasa ini pun bertambah lagi jadinya.
Tak bisa dipungkiri, suasana sejuk dan adem berisi obrolan ringan dan santai, termasuk juga candaan dan gurauan adalah bahan pilihan bagus untuk merias rupa aksi unjuk rasa yang sudah elok terbentuk dari garis tindakan humanis yang terstruktur. Tindakan tersebut juga sudah bikin rupa aksi unjuk rasa ini jadi kelihatan lebih ‘handsome’ dan lebih ‘awesome’. Wow
Menyoal semua ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto dalam pernyataan resminya mengaku sangat kagum, bangga juga terenyuh.
Dia juga menyebut hal itu sebagai pembuktian nyata dan empiris dari teori bidang ilmu humaniora yang sudah dicetuskan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri. Apalagi teori tersebut juga memberi penekanan yang jelas tentang prediksi efek yang muncul dan terlihat nyata melalui pendekatan humanis.
“Aksi personel pengamanan Polri yang sedang bertugas lalu membagikan air mineral dan roti ke para pendemo itu adalah cermin kepedulian Polri yang besar kepada buruh. Sekaligus juga penegasan bahwa buruh dan Polri itu adalah mitra erat yang bersama-sama saling dukung untuk menjaga keamanan, ketertiban serta perdamaian di masyarakat,” jelas Kombes Pol Bhudi Hermanto sedikit berfilosofi.
Kemudian, lanjutnya lagi, secara fair dirinya juga tak sungkan untuk memberikan apresiasi yang hangat kepada KASBI sebagai kreator dari unjuk rasa ini. Suasana adem dan sejuk tanpa rasa kehilangan dinamika tetap stabil terjaga dan menonjol terasa.
Suasana. aman, damai, sejuk dan kondusif jadi aura kekuatan dari unjuk rasa ini. Sejak langit terang hingga redup dan menjadi gelap temaram, sama sekali tak ada perubahan, baik itu soal rasa maupun suasana. Tetap adem. Jangkreek.
“Jadi pembuktian juga bahwa materi TWG yang disampaikan ke para personel pengamanan di lapangan itu valid dan akurat dipahami juga dijalani. Terbangunnya hubungan simbiosis antara massa buruh yang berdemo dengan personel pengamanan Polri di lapangan bisa membuahkan hasil bagus. Unjuk rasa penuh dinamika dan banyak tuntutan terbukti bisa running kondusif dari awal hingga akhir tanpa. Jadi model bagus buat kita semuanya,” Kombes Pol Bhudi kembali berujar dan beranalisis. (Bembo)



