NASIONAL

Diduga Buntut Adiknya Terjaring OTT, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Diganti Letjen Kristomei Sianturi

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Diduga adiknya terjaring OTT KPK dan dijadikan tersangka, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung dicopot dari jabatannya. Selain itu, dugaan kuat pencopotan Suharyanto terkait dengan penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai daerah.

Sebagai penggantinya adalah Letjen Kristomei Sianturi yang sebelumnya menjabat Pangdam Raden Inten Lampung. Dia juga pernah menjabat Kapuspen TNI. Presiden Prabowo Subianto melantik Kristomei bersama sejumlah pejabat di lingkungan TNI yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).

Seperti diberitakan sebelumnya adik Kepala BNPB itu adalah Bima Setiawan yang menjabat sebagai Tenaga Ahli jabatan kakaknya, Letjen Suharyanto. Kini Bima jadi tersangka, bersama empat orang lainnya karena diduga terlibat korupsi dan suap pengadaan barang dan jasa untuk penangan bencana.

Ketua KPK Setyo Budiyanto saat dikonfirmasikan membenarkan hal itu. “Ya, terinformasi seperti itu. Kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subyek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,” lanjutnya.

Sampai kini belum ada respons langsung dari Kepala BNPB Suharyanto. Namun tiba-tiba Presiden Prabowo melantik Kepala BNPB yang baru Letjen TNI Kristomei Sianturi. Belum ada penjelasan resmi penyebab pergantian mendadak Kepala BNPB ini. Namun issunya terkait Karhutla dan OTT KPK yang awalnya sempat dibantah Suharyanto.

Dari 14 orang yang terciduk OTT, hanya lima yang dijadikan tersangka setelah diperiksa 1X24 jam. Mereka kini ditahan di Rutan KPK selama 20 hari kedepan. Sedangkan Sestama BNPB Rustian yang ikut terjaring OTT, lolos jadi tersangka, karena belum cukup bukti keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Selain Bima Setiawan, juga ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit danTenaga Ahli Kepala BNPB lainnya Richard Erlangga.

Kemudian seorang wanita Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan. Keduanya diduga sebagai pimpinan perusahaan swasta atau vendor bekerjasama dengan BNPB yang menyuap atau memberikan sesuatu kepada pejabat badan nasional itu.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *