BERITA UTAMA NASIONAL

Potret Indonesia di Hari dan Waktu Sama: Jakarta Antre IPhone 18 demi Gengsi, Di Bali Antre BBM demi Hidup

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Ini potret Indonesia yang terjadi di hari dan waktu yang sama persis yaitu pada Kamis dan Jumat, 15-16 Oktober 2026.

Di Jakarta, ratusan orang rela tidak tidur semalaman demi iPhone 18 Pro dan Pro Max. Penjualan resmi dimulai Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 00.01 WIB.

Di Digimap Grand Indonesia, antrean sudah mengular sejak pukul 11.00 WIB. Di Royal Glasshouse Park Hyatt Jakarta, antrean bahkan sudah mulai sejak pukul 01.00 WIB dini hari. Ada yang rela menginap di hotel dekat lokasi.

Salah satunya Hilda Febriyani asal Bekasi, yang jadi pembeli pertama iPhone 18 Pro Max. “Dari jam 12 malam kemarin saya sudah enggak bisa tidur. Sudah kebayang-bayang terus,” katanya.

Harga? iPhone 18 Pro mulai Rp 27.499.000 dan Pro Max mulai Rp 29.499.000. Varian warna Burgundy jadi yang paling diburu. Hadiah MacBook Neo, AirPods, hingga Apple Watch untuk 10 antrean pertama membuat orang berebut posisi. Demi gengsi, demi status pembeli pertama. 62188a23

Di waktu yang sama, 500 km dari Jakarta, potretnya terbalik 180 derajat.

Di Bali, antrean juga mengular. Tapi bukan antre iPhone, melainkan antre BBM. Krisis ini terjadi sejak malam 12 Oktober 2026 dan memuncak pada 15-16 Oktober 2026.

Di SPBU Besang Klungkung, warga sudah antre sejak jam 3 pagi. Antrean mengular hingga 500 meter di kedua sisi jalan. Di Denpasar, antrean sampai masuk ke parkiran Living World Mall. Banyak yang antre 5 jam, dari jam 22.00 WIB sampai 02.30 dini hari baru dapat BBM. Bahkan ada warga pingsan dan kejang karena kelelahan mengantre berjam-jam di bawah terik matahari.

Penyebabnya menurut Dirjen Migas ESDM dan Pertamina: keterlambatan kapal tanker di Terminal Manggis dan Sanggaran, cuaca buruk, dan ombak tinggi yang membuat kapal tidak bisa sandar. Meski ESDM mengklaim stok nasional aman untuk 16-18 hari, tetapi distribusinya macet.

Akibatnya: ojek online tidak bisa narik, guru dan mahasiswa terpaksa kuliah daring karena tidak ada transportasi, pariwisata terganggu. Pertamina akhirnya harus menambah 57,9 juta liter dan membuka 60 SPBU 24 jam serta menerapkan ganjil-genap plat nomor untuk Pertalite.

Dua Indonesia, Satu Frame

Di hari yang sama, di Jakarta, antrean Rp 29 juta demi kamera yang bisa landscape dan warna Burgundy. Di Bali, antrean Rp 10 ribu per liter demi bisa berangkat kerja, mengajar, dan hidup.

Satu antre karena takut ketinggalan tren. Satu antre karena takut tidak bisa makan besok. Satu antrean dapat hadiah MacBook. Satu antrean dapat kepastian bisa pulang ke rumah.

Dua antrean ini lahir dari dunia yang berbeda tapi keduanya sama-sama menunjukkan sesuatu tentang masyarakat Indonesia. Tentang apa yang dianggap penting atau seberapa jauh bersedia menunggu untuk mendapatkannya.

Tidak ada yang salah dengan ingin memiliki sesuatu yang baru. Dan tidak ada yang berlebihan dari rasa lelah menunggu kebutuhan paling dasar. Keduanya sah, keduanya manusiawi.

Yang menarik justru caranya dua kejadian ini dilihat dunia. Satu jadi bahan tertawaan yang ramai dibagikan ulang. Satu lagi perlahan tenggelam jadi berita biasa, meski yang dipertaruhkan sebelumnya jauh lebih besar, waktu kerja yang hilang, penghasilan yang tertunda, hari jadi lebih berat dari seharusnya.

Inilah potret Indonesia hari ini. Di satu sisi berlomba menjadi yang pertama menggenggam masa depan, di sisi lain berjuang agar hari ini tetap bisa berjalan.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *