
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja perdana ke Polda Riau dan disambut oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
progresifjaya.co.id, PEKANBARU – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat, melakukan kunjungan kerja perdana ke Polda Riau sejak dilantik sebagai menteri.
Kunjungan ini menjadi penegasan kuat atas pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjawab tantangan lingkungan hidup di Indonesia, di mana Riau menjadi salah satu titik strategis.
Kunjungan ini juga turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh. Momentum ini ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja.
Dalam kunjungannya, Menteri Lingkungan Hidup turut didampingi oleh Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, serta Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung. Mereka adalah para pihak yang selama ini aktif mendorong penguatan perspektif etika lingkungan, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis dalam ruang publik.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dalam sambutannya mengatakan bahwa isu lingkungan di Riau tidak bisa dipandang secara parsial. Namun harus dilihat sebagai isu keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan.
Dia juga menekankan bahwa melalui pendekatan Green Policing, Polda Riau bukan cuma dengan penegakan hukum, namun juga membangun kesadaran kolektif dengan perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi.

Menteri LH yang juga Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat melakukan pemotongan tumpeng memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 di Polda Riau.
Sementara Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang dilakukan Polda Riau.
Dia juga menilai pendekatan Green Policing yang dipaparkan bahkan sudah melampaui ekspektasinya.
“Saya mendengarkan seluruh paparan, dan saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini. Syarat jadi menteri itu cukup cerdas, dan saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” kata Jumhur.
Ditegaskannya juga, konsep Green Policing yang dikembangkan Polda Riau adalah model yang sangat baik dan layak direplikasi secara nasional.
“Ini sangat bagus. Kalau Green Policing ini terjadi di mana-mana, di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi Kementerian Lingkungan Hidup. Ini luar biasa,” tegasnya.
Disampaikannya juga lebih lanjut tentang komitmennya untuk mendorong seluruh konsep yang dipaparkan agar bisa diimplementasikan secara nyata di berbagai daerah di Indonesia.
“Saya akan memastikan bersama teman-teman di kementerian, bagaimana apa yang dikerjakan hari ini bisa benar-benar terjadi di seluruh daerah,” ujarnya.
Dia juga menilai bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap masyarakat Riau, sekaligus juga upaya memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan di daerah.
“Dengan menghadirkan Kapolda dan seluruh jajaran di sini, menjadi bagian dari penghormatan Republik kepada masyarakat Riau. Kita ingin memastikan ada perbaikan yang nyata, termasuk dalam indeks-indeks lingkungan,” katanya.
Sementara itu, terkait isu pertambangan dia juga menyoroti pentingnya membedakan antara pelaku di lapangan dengan aktor utama dalam rantai ekonomi ilegal.
“Penambang itu belum tentu jahat, karena banyak dari mereka adalah masyarakat lokal. Yang biasanya jahat itu penampungnya. Karena itu, penting kita dorong izin usaha pertambangan rakyat agar segera keluar, supaya ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat,” jelasnya.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama, serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan. Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Polda Riau juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Penulis/Editor: Bembo



