Lima Tuntutan Mahasiswa dari 9 Kampus di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Ribuan mahasiswa dari sembilan kampus besar mengepung Jakarta hari ini, Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Digagas Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR), aksi ini tidak lagi pakai almamater. Mahasiswa memilih membaur dengan masyarakat sipil.
“Kami sengaja tidak pakai almamater agar gerakan lebih inklusif,” kata Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda.
Berdasarkan data BEM UI, massa diperkirakan 500-700 orang di Jakarta, belum termasuk di daerah.
Sembilan kampus yang tergabung:
Universitas Indonesia (UI), ITB, Unpad, Undip, Unnes, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, Unair, dan Universitas Brawijaya. Ditambah perwakilan ULM Kalimantan yang sengaja diundang untuk menyuarakan sesaknya napas akibat karhutla.
BEM UI melakukan survei kepada 560 responden dari Sumatrea hingga Papua sebelum aksi. Hasilnya menjadi dasar tuntutan:
• 78,8% responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran gagal
• 83,5% menyoroti deforestasi dan karhutla
• 71,1% menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok
• 70,6% menyoroti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan
• 62,7% menyoroti kebebasan berpendapat
Berdasarkan survei tersebut, para mahasiswa mengeluarkan 5 Tuntutan SADAR:
1. Tetapkan Bencana Lingkungan sebagai Bencana Nasional. Pulihkan warga terdampak asap, adili korporasi pembakar hutan, dan cabut izinnya. Tuntutan ini nyambung dengan deteksi BMKG bahwa asap Sumatera-Kalimantan sudah masuk atmosfer Jakarta sejak 16 Oktober lalu.
2. Perbaiki Tata Kelola Ekonomi. Kembalikan kepercayaan pasar, kendalikan harga pangan, dan hentikan utang yang membengkak.
3. Hentikan Pembatasan Kebebasan Berpendapat. Cabut pasal karet dan jaminan kebebasan akademik.
4. Berantas KKN dan Usut Tuntas Korupsi. Termasuk kasus di Kementerian ATR/BPN yang kini menyeret nama Menteri Nusron Wahid dan membuat KPK mempertimbangkan jemput paksa.
5. Turunkan Biaya Pendidikan, Kesehatan, dan Pelayanan Publik. Pendidikan dinilai makin tidak terjangkau.
Aksi di Jakarta ini menjadi pembuka mahasiswa di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang yang juga menggelar aksi serupa di kampus masing-masing sebelum aksi besar gabungan nasional akhir bulan ini.
Selain itu, Polda dan Dishub DKI mencatat enam titik potensi konsentrasi massa: Monas, Tugu Tani, Gedung DPR/MPR, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun. Rekayasa lalu lintas disiapkan mulai jam 10.00 WIB.
Untuk mengamankan aksi, 9.505 personel diterjunkan: 7.660 Polri, 1.540 TNI, 135 Pemprov DKI, dan 170 Pamdal. (Red)




