HUKUM & KRIMINAL

Tergiur Open BO dengan Bayaran Rp 4,5 Juta, Siti Solihah Meregang Nyawa Dibunuh Pria Hidung Belang

Foto: Ilustrasi

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Tergiur akan dibayar Rp 4,5 juta untuk melayani seorang pria hidung belang, Siti Solihah (38) malah meregang nyawa ditangan lelaki yang dikenalnya dari aplikasi kencan MiChat. Tragis memang, pemuda bernama Febri Latif Bimo Nugroho (28) membunuh wanita yang dikencani itu, gegara duit untuk membayar kepuasan seksnya itu tertinggal di rumah setelah dia melampiaskannya dua kali berturut-turut.

Peristiwa itu terjadi akhir minggu lalu, setelah Siti Solihah membuka booking out (BO) kepada Febri di sebuah hotel kawasan Jalan Raya By Pass Juanda, Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Febri karyawan pabrik asal Malang itu menjanjikan bisa membayar Rp 4,5 juta sebagai transaksi berhubungan seks sebanyak tiga ronde.

Perempuan asal Subang, Jawa Barat yang ngekos di Sedati itu sebelumnya masuk hotel bersama Febri. Mereka kemudian melakukan hubungan seks seperti kemauan pria kenalannya itu. Namun, setelah berhubungan dua kali, keduanya kelelahan dan mereka tertidur. Sebelum melakukan yang ke tiga kalinya, Febri memeriksa dompetnya untuk membayar, namun ternyata duitnya tidak ada, kemungkinan tertinggal di tempat tinggalnya.

Di situlah Febri panik dan melihat wanita teman kencannya itu masih tertidur pulas, timbul niat untuk menghilangkan jejak menghabisi Siti Solihah. Lalu dia membekapnya dengan bantal hingga perempuan tersebut meregang nyawa. Peristiwa pembunuhan itu baru diketahui sekira pukul 01.00 WIB dini hari, setelah teman korban menjemput dan mendapatkannya sudah dalam keadaan sekarat di atas tempat tidur tertutup bantal. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Sheila Medika, namun dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi yang menerima laporan adanya pembunuhan itu, bergerak cepat. Tidak butuh waktu lama, Febri berhasil ditangkap saat masih berada di hotel hendak kabur. Pelaku mengaku membunuh korban karena panik, uang Rp 4,5 juta tidak ada didompetnya. Sementara, korban sudah ditiduri sebanyak dua kali malam itu.

Kasus tersebut bermula ketika Febri menghubungi korban via aplikasi MiChat untuk open BO pada Rabu 12 November 2025. Saat itu, keduanya sepakat untuk bertemu di Hotel Global Inn, dan menyepakati harga Rp 4,5 juta untuk layanan tiga kali berhubungan seks. Namun, pertemuan itu urung terjadi. “Pertemuan yang direncanakan dibatalkan karena cuaca buruk,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing, dikutip detik.com, Kamis (20/11).

Barulah keesokan harinya, Kamis (13/11), pelaku kembali mengajak korban untuk bertemu, dan menyetujui harga yang sudah disebutkan sebelumnya. Keduanya lantas bertemu pada pukul 19.30 WIB dan berlanjut di hotel untuk menuntaskan transaksi sek itu. Setelah berbincang, mereka kemudian berhubungan seks sebanyak dua kali dan keduanya kelelahan lalu tertidur.

Pada Jumat (14/11) sekitar pukul 01.00 WIB, Febri terbangun. Namun, dia berubah pikiran. Pasalnya, dia ternyata tidak membawa uang Rp 4,5 juta seperti yang disepakati. “Ini karena tersangka ternyata tidak membawa uang untuk membayar jasa korban,” ungkap Christian.

Karena panik itulah, Febri mempunyai rencana untuk membunuh korban. “Tersangka kemudian mencekik korban dengan tangan kanan dan pada saat bersamaan, membekap wajah korban dengan bantal menggunakan tangan kiri. Perbuatan itu berlangsung sekitar 10 menit hingga korban tidak bergerak lagi,” tuturnya.

Namun, teman korban yang datang hendak menjemputnya berteriak minta tolong setelah melihat korban dalam kondisi terbekap bantal. Teriakan tersebut petugas hotel, yang melapor ke kepolisian. “Pelaku yang masih berada di sekitar lokasi berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar Christian.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting seperti bantal dan selimut yang digunakan saat kejadian, kunci kamar, serta ponsel pelaku yang memperkuat rangkaian bukti dalam penyidikan kasus ini. “Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan keterangan saksi, bukti permulaan, dan hasil visum,” jelas Christian.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *