INTERNASIONAL

Perang Antar Kelompok Separatis dengan Tentara Pakistan, 200 Tewas Termasuk Warga Sipil

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Perang antara tentara Pemerintah Pakistan dengan kelompok militan separatis di beberapa wilayah Provinsi Balochistan pecah. Dilaporkan sedikitnya 200 orang tewas dari kedua belah pihak dalam insiden yang bermula dari serangan kelompok militan yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Baloch. Tidak itu saja, warga sipil juga banyak yang menjadi korban atas perang yang terjadi Sabtu hingga Minggu akhir Januari 2026.

Ketua Menteri Balochistan, Sarfaraz Bugti, pada Minggu (1/2) ketika dikonfirmasi merinci bahwa korban tewas terdiri dari 31 warga sipil, 17 anggota pasukan keamanan, dan 145 milisi pemberontak yang tewas dalam operasi balasan pada Jumat hingga Sabtu.

Rangkaian serangan yang tampak terencana matang ini menargetkan berbagai titik strategis, mulai dari kantor polisi, penjara, bank, hingga instalasi paramiliter. Pihak militer Pakistan menyatakan hampir 100 militan tewas hanya dalam satu hari pada Sabtu kemarin. “Sebanyak 145 teroris telah tewas dan jenazah mereka berada dalam pengawasan otoritas,” ujar Bugti, seperti dilansir Independent. Ia menambahkan bahwa operasi militer dilakukan secara terbatas berbasis intelijen guna menghindari jatuhnya korban jiwa dari pihak tidak bersalah.

Kelompok Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang mereka beri sandi “Operasi Badai Hitam” ini. Kekerasan meletus serentak di 12 lokasi, termasuk Quetta, Gwadar, Mastung, dan Noshki.

Balochistan, meskipun kaya akan sumber daya alam, merupakan provinsi termiskin di Pakistan dan telah lama terjebak dalam pemberontakan separatis yang menuntut otonomi lebih besar.

Sentimen nasionalis etnis Baloch dan tuduhan korupsi akut di pemerintahan daerah menjadi pemicu utama konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini.

Militer Pakistan menuding serangan BLA tersebut “disponsori oleh India”, sebuah tuduhan rutin dalam narasi keamanan nasional Islamabad. Namun, New Delhi dengan tegas membantah tudingan tersebut.

“Kami menolak mentah-mentah tuduhan tak berdasar dari Pakistan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal.

India balik menuding bahwa Islamabad hanya mencoba mengalihkan perhatian dari masalah internal dan tuntutan rakyat di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Kuasa Usaha (Charge d’Affaires) Natalie Baker menyatakan solidaritasnya dan menegaskan bahwa Washington tetap menjadi mitra setia Pakistan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *