INTERNASIONAL

58 Ribu Jemaah Umroh Indonesia Panik, Iran Bombardir Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh

progresifjaya.co id, JAKARTA – Sebanyak 58 ribu jemah umroh Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah umroh di Mekah dan Madinah, Arab Saudi panik setelah Iran melancarkan serangan rudal ke Ibu Kota, Riyadh. Tidak itu saja, keluarga mereka di Indonesia juga ikut panik. Pasalnya mereka mendengar serangan rudal Iran menargetkan Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Namun Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyatakan serangan bom tersebut dapat dipatahkan. “Beberapa rudal berhasil ditangkis dan dihalau, tapi ada yang meledak di tempat sasaran,” ujar pihak otoritas negara kaya minyak ini yang tidak merilis kerusakan dan korban atas hantaman rudal Iran itu.

Kepanikan makin menjadi karena Bandara Internasional King Abdul Aziz ditutup tidak melayani penerbangan pada eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. Dampaknya tentu jemaah umroh yang ada di negara itu tidak bisa pulang ke tanah air. Mereka harus bertahan di Arab Saudi sampai perang mereda dengan waktu yang belum bisa ditentukan.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan puluhan ribu jemaah tersebut tetap dalam pantauan ketat.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait dinamika situasi regional tersebut. “Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangannya dikutip CNN Indonesia.com, Senin (2/3).

Puji menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil risiko terkait keselamatan warga negaranya. Kemenhaj kini terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. “Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Indonesia untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax). Setiap perkembangan kebijakan terkait jadwal kepulangan atau penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing.

Sementara Itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan. “WNI di Arab Saudi diminta tidak panik menghadapi situasi keamanan yang meningkat, namun tetap waspada dan memantau informasi dari otoritas setempat serta KBRI,” demikian salah satu poin surat edaran Kemenlu tertanggal 2 Maret 2026.

Pada poin berikutnya agar WNI yang berada di Arab Saudi segera melapor diri ke KBRI Riyadh atau KJRI Jeddah. Kemudian menyiapkan dokumen-dokumen penting dan memastikannya dalam keadaan aman. “Kemlu RI meminta penundaan perjalanan ke wilayah yang sedang berkonflik dan mempertimbangkan penundaan keberangkatan jemaah omrah sementara waktu.

Disebutkan pula, pemerintah telah merilis nomor darurat yang dapat dihubungi oleh WNI di Timur Tengah jika membutuhkan bantuan. Hal ini berkaitan dengan situasi menyusul eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang menyebabkan beberapa negara melakukan pembatasan atau penutupan wilayah udara.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *