INTERNASIONAL

Kantor Polisi di Kashmir Meledak: 9 Tewas, 30 Luka

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Tidak ada serangan bom, tiba-tiba kantor polisi di bagian wilayah Kashmir yang dikelola India meledak dahsyat. Akibatnya, sembilan orang dilaporkan tewas, termasuk 5 polisi, 2 wartawan dan dua pejabat sipil pemerintah. Sementara dilaporkan pula 31 orang lainnya luka-luka. Usut punya usut, ternyata ledakan itu berasal dari sejumlah bahan peledak yang disita dan tengah diuji forensik oleh sejumlah polisi saat itu.

Insiden tersebut terjadi di Nowgam wilayah sengketa Kashmir yang menjadi bagian negara India pada Jumat (14/11) malam. Polisi masih melakukan penyelidikan sebab musabab bahan peledak itu bisa meledak memporak-porandakan kantor polisi dan menewaskan sejumlah polisi.

Dilansir kantor berita AFP, dikutip Minggu (16/11), bahan peledak di kantor polisi tersebut ditemukan dari Faridabad di negara bagian Haryana, India utara awal pekan ini. “Bahan peledak yang ditemukan itu telah dikirim untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut sejak Kamis,” kata Nalin Prabhat, direktur jenderal polisi wilayah tersebut.

Dia mengatakan bahwa prosedur tersebut ditangani dengan “sangat hati-hati karena sifatnya yang tidak stabil dan sensitif”. “Namun, sayangnya selama proses ini (pada Jumat) sekitar pukul 23.20, terjadi ledakan yang tidak disengaja,” ujar Prabhat kepada wartawan seraya menambahkan para korban termasuk personel polisi, anggota tim forensik, dua fotografer, dan anggota lain dari pemerintah daerah.

“Bangunan kantor polisi rusak parah dan bangunan-bangunan di sekitarnya terdampak,” ujarnya.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan dahsyat pada Senin lalu, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 30 lainnya di ibu kota India, New Delhi.

Ini adalah insiden keamanan paling signifikan sejak 22 April, ketika 26 warga sipil yang sebagian besar beragama Hindu, tewas di lokasi wisata Pahalgam di Kashmir yang dikelola India, yang memicu bentrokan dengan Pakistan.

Pemerintah India pada Rabu lalu berjanji untuk mengadili “para pelaku, kaki tangan, dan sponsor mereka” atas ledakan mobil mematikan di New Delhi tersebut, dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme.

Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *