TNI & POLRI

Wakapolri Tegaskan Komitmen Polri Laksanakan Tiga Prioritas Utama Presiden Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetio bersama Kepala Delegasi Kerajaan Arab Saudi, Major General Abdullah Bin Abdul Rahman Al-Hamad dalam pertemuan Pertemuan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia

progresifjaya.co.id, BALI — Polri menegaskan lagi komitmennya untuk melaksanakan tiga prioritas utama bidang keamanan dan penegakan hukum yang diamanatkan Presiden RI, Prabowo Subianto yakni pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online.

Hal ini disampaikan lagi oleh Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo saat mewakili Kapolri dalam kegiatan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Bali, Kamis, (30/10).

Ditegaskan juga oleh Wakapolri Dedi, ketiga fokus utama tersebut sudah ditetapkan menjadi prioritas nasional untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan hukum Indonesia.

“Perang terhadap tiga kejahatan besar ini tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi lintas lembaga baik di tingkat nasional maupun internasional. Polri terus memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga negara, serta mitra internasional seperti Interpol dan otoritas keamanan negara sahabat,” kata Wakapolri Dedi dalam sambutannya.

Dijelaskannya juga, Polri sendiri sudah menorehkan capaian signifikan dalam penindakan kasus narkotika. Dalam kurun waktu terakhir, Polri berhasil memusnahkan barang bukti narkotika berbagai jenis dengan total berat 214,84 ton dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp29 triliun.

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Polri terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sekaligus juga sebagai penegasan komitmen pemerintah untuk memerangi narkoba sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Tren baru penyalahgunaan narkotika yang semakin adaptif terhadap teknologi dan gaya hidup masyarakat modern pun menjadi sorotan Wakapolri dalam sambutannya. Dia menjelaskan, penyalahgunaan narkotika jenis ketamin yang memakai pola dihirup melalui hidung dan etomidate yang dicampur dalam liquid pods kini sudah jadi perhatian serius aparat penegak hukum di Indonesia.

“Melalui forum ini, Polri ingin menegaskan lagi tekadnya untuk terus menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto menjaga keamanan nasional, memperkuat penegakan hukum serta melindungi masa depan bangsa dari peredaran narkotika dan ancaman kejahatan global,” tegas Wakapolri Dedi.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetio bersama Kepala Delegasi Kerajaan Arab Saudi, Major General Abdullah Bin Abdul Rahman Al-Hamad dalam pertemuan Pertemuan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia

Sementara itu, dari pihak Kerajaan Arab Saudi, melalui Major General Abdullah Bin Abdulrahman Al-Hamad, selaku Kepala Delegasi, memberikan reaksi positif atas pernyataan Wakapolri. Dia juga menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara sudah mencakup seluruh potensi ancaman lintas batas, termasuk terorisme dan kejahatan transnasional termasuk narkotika.

“Kerajaan Arab Saudi berkomitmen memperkuat koordinasi strategis dengan Indonesia untuk bersama-sama menghadapi ancaman narkotika, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara,” kata Al-Hamad.

Pertemuan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia sendiri adalah tindak lanjut implementasi dari Perjanjian Kerja Sama antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi. Sekaligus juga sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang keamanan dan penegakan hukum lintas negara.

Dalam forum ini, penguatan kerja sama internasional dalam bidang riset, intelijen, dan laboratorium forensik dinilai sebagai langkah strategis yang dibahas. Kolaborasi Polri dengan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi juga dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat koordinasi pemberantasan narkotika, penyelundupan, serta kejahatan lintas batas lainnya.

Pertemuan ini juga sudah menghasilkan Minutes of Meeting (MoM) yang memuat langkah-langkah konkret implementasi kerja sama keamanan bilateral antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

Dalam MoM tersebut, disepakati bahwa kerja sama pemberantasan narkotika akan mulai dilaksanakan pada Desember 2025, diikuti dengan kerja sama di bidang keamanan lainnya.

Kerja sama strategis ini menjadi bentuk nyata diplomasi kepolisian (police diplomacy) yang tidak cuma memperkuat stabilitas kawasan, tetapi juga menjadi model sinergi global dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.

Kegiatan The 2nd Joint Committee Polri–MOI Kingdom of Saudi Arabia ini dihadiri oleh pejabat tinggi Polri, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta delegasi Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *