NUSANTARA TNI & POLRI

Cek Kesiapan Personel-Sarpras Polda DIY Hadapi Potensi Bencana, Kapolri Ingatkan Bahaya Erupsi Gunung Merapi

Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapsiagaan tanggap bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Satbrimobda Polda DIY.

progresifjaya.co.id, DIY – Kapolri, Jenderal Listyo Sigit meninjau langsung kesiapsiagaan tanggap bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Satbrimobda Polda DIY. Dia juga mengecek detail kesiapan maksimal seluruh personel serta sarana dan prasarana (sarpras), termasuk juga peralatan SAR darat, laut, serta buat wilayah yang terdampak tanah longsor dan bangunan runtuh, bisa dipakai optimal untuk melayani masyarakat secara prima.

“Alhamdulillah, hari ini saya meninjau langsung kesiapan Provinsi DIY menghadapi potensi bencana. Ini jadi kegiatan kesekian kali saya mengecek beberapa wilayah guna memastikan seluruh stakeholder baik TNI, Polri dan seluruh institusi yang terkait penanganan bencana benar-benar sudah siap untuk digerakan,” ujar Kapolri Listyo Sigit, Jumat, (21/11).

Dikatakannya, Polri bersama instansi terkait sangat mewaspadai potensi terjadinya erupsi Gunung Merapi. Karena itu, dia meminta untuk gencar melakukan sosialisasi dan memberikan informasi yang kuat untuk keselamatan masyarakat.

“Seperti disampaikan dari Badan Meteorologi, kondisi kini dari Gunung Merapi tiap hari terjadi erupsi. Sehingga tentunya tanggap bencana harus terus disosialisasikan agar masyarakat terupdate tiap hari dengan informasi,” jelas Kapolri Listyo Sigit lagi.

“Agar manakala saatnya harus dilakukan evakuasi, masyarakat sudah terinformasi. Kapan harus evakuasi, arahnya ke mana, kemudian perlengkapan yang dibawa apa, semuanya kita harapkan tersosialiasi dengan baik,” tambahnya.

Kapolri Listyo Sigit mengatakan juga, untuk menghadapi potensi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia itu butuh kolaborasi dan sinergisitas erat dari seluruh stakeholder yang ada. Terlebih tak lama lagi akan memasuki momen kesiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita menghadapi musim hujan yang cukup deras. Jadi butuh kerja sama dan kolaborasi kuat. Agar saat kegiatan liburan mudik Nataru masyarakat di seluruh wilayah yang berpotensi bencana tetap terjaga aman karena tim SAR kita semua siap,” ujarnya lagi mengingatkan

Untuk diketahui, merujuk dari laporan BMKG mulai dari bulan Oktober hingga Januari, siklusnya sudah masuk musim hujan disertai putaran badai La Nina berskala lemah. Sementara volume curah hujan di bulan November terdeteksi akan di atas normal. Ini menjadikan prediksi potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lainnya pun jadi mungkin terjadi. Tapi itu semua sudah diantisipasi, kok. Slowly, bro. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *