BERITA UTAMA LIFE STYLE NASIONAL

Inilah Wajah Asli Indonesia: Mahasiswa Asal Aceh, Sumut dan Sumbar Gratis Makan di Kedai Lontong Medan, Dipatiukur Bandung

progresifjaya.co.id, BANDUNG – Empati untuk korban banjir Sumatera hadir dalam berbagai bentuk. Salah satunya datang dari pemilik Kedai Lontong Medan Ka’ Zahra berlokasi di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat, yang menginisiasi gagasan inspiratif.

Merujuk unggahan TikTok @orenzaaa, baru-baru ini, warung makan tersebut mempersilakan mahasiswa rantau asal tiga provinsi terdampak banjir: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, untuk makan gratis di sana.

“Kepada adek-adek mahasiswa/i asal ACEH, SUMUT, dan SUMBAR yang sedang kuliah di Bandung, jika belum dapat kiriman terkendala keluarga terkena musibah sementara uang simpanan mulai habis, silakan ambil makanan di kedai kami,” bunyi pengumuman yang dipajang di depan kedai.

“Tetap makan, jangan lapar. Tubuhmu butuh energi paling tidak untuk terus memberi doa. Untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana di SUMATERA, semoga segera pulih. Aamiin,” tandas pihaknya.

Sebagai lanjutan, si pemilik akun mengunggah video mengucapkan terima kasih untuk semua dukungan warganet terkait inisiasi tersebut.

Ia berkata, “Nah ini dia owner-nya, Bapak Lubis Tagor. Beliau yang punya ide untuk bikin program makan gratis untuk teman-teman yang terdampak banjir di Sumatra. Beliau juga berterima kasih banget buat semuanya sudah merespon dengan sangat positif.”

Tagor Lubis (60) adalah pemilik Kedai Lontong Medan Ka’ Zahra yang viral di media sosial lantaran membuka pintu kedainya lebar-lebar untuk mahasiswa perantau asal Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara yang sedang diuji karena kampung halamannya tertimpa musibah.

Kepedulian bikin Tagor tak berpikir panjang. Dia bergegas mengulurkan tangan melalui upaya yang bisa dilakukannya. Sederhana. Menggratiskan semua menu di kedainya untuk para perantau yang sedang berjuang di Kota Kembang itu.

Pria yang merantau ke Kota Bandung sejak 1984 itu mengungkapkan, mengerti betul apa yang sedang dirasakan para perantau yang sedang menghadapi kebimbangan. Menunggu kabar keluarga yang tak tahu bagaimana nasibnya.

Kamis pekan lalu, Tagor memasang spanduk sederhana berkelir hijau dengan tulisan yang begitu menggetarkan, “Tetap makan, jangan lapar. Tubuhmu butuh energi, paling tidak untuk terus memberi doa.”

Keesokan harinya, empat mahasiswa datang. Menyantap makanan dengan gratis. “Tidak perlu menunjukkan KTP, Kartu Mahasiswa. Silakan datang, makan gratis,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

“Jangan diberatkan lagilah mereka. Jangan ditanya lagi itu persyaratan yang lebih detail. Bisa jadi nanti itu jadi pikiran lagi bagi mereka. Mereka datang ke sini menyampaikan, ‘Bang, saya dari Sumatera, dari Padang, dari Aceh, dari Tapanuli’ gitu, ya. Sudahlah kami sudah mengerti,” ungkapnya.

Bagi Tagor, persyaratan bikin mahasiswa yang sedang bersedih itu memberatkan. Keikhlasan juga membuat Tagor tak menghitung berapa jumlah mahasiswa perantau yang sudah makan gratis di kedainya.

Sejumlah mahasiswa perantau asal Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dari beberapa kampus di Bandung Raya sudah makan gratis di kedai itu. Salah satu yang terjauh adalah mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cibiru yang datang bersama kawannya asal Bogor, Jawa Barat.

Kebaikan Tagor mendapat sokongan dari pelbagai pihak. Sejumlah supplier bahkan menggratiskan pesanan Tagor. Ada pula yang membantu dengan uang. Silih bergandeng tangan.

Bahkan, Tagor tak menyangka langkahnya itu menjadi berkat. Membawa hikmah yang tak pernah diduga sebelumnya. Membuka jalan bagi donatur. Kebaikan mengalir. Kepedulian antarwarga terus mengalir.

Merujuk lapaknya di aplikasi online, Kedai Lontong Medan Ka’ Zahra menjual berbagai macam kuliner khas. Pilihan menunya antara lain lontong sayur, mi sop, gulai tongkol taucho, nasi ramas, dan soto medan, dengan harga rata-rata Rp20 ribuan.

Editor: Hendy

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *