Pakar Drone Indonesia Wishnu Whardana Jadi Tersangka, Gegara Gedung Kantornya Kebakaran Merenggut 22 Jiwa

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Kasus kebakaran maut menewaskan 22 orang di gedung berlantai 6 yang disewa PT Terra Drone Indonesia masih terus diusut polisi. Direktur utama perusahaan pengadaan jasa drone itu MW yang diketahui bernama lengkap Michael Wishnu Wardhana sudah ditetapkan jadi tersangka, karena polisi telah mengantongi dua alat bukti yang cukup.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Roby Saputra membenarkan, Dirut Terra Drone sudah diamankan dan jadi tersangka. “Berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup dan keyakinan penyidik, jadi kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka dan sudah kami terbitkan surat perintah penangkapan,” kata Roby Saputra dikutip Jumat (12/12).
Roby menyebut tersangka dijerat Pasal 187, 188, dan 359 KUHP. “Karena sudah cukup bukti dan sudah merupakan keyakinan penyidik. Jadi nggak ada hubungannya tidak memenuhi panggilan. Bukti yang ada di lokasi ya ada bekas-bekas terbakar, kemudian ada korban meninggal dunia, ada visum yang yang menjelaskan tersebut. Terus, kami juga sedang menunggu hasil lapor,” ujarnya.
Dia mengatakan ada juga keterangan saksi yang telah dikantongi penyidik dan pemilik gedung yang digunakan Terra Drone juga akan diperiksa. “Pemilik ruko masih kami pertimbangkan untuk kami panggil kapan jadwalnya untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya lagi.
Gedung kantor dan sekaligus tempat penyimpanan batrai lithium PT Terra Drone Indonesia terjadi pada Selasa (9/12) siang. Kebakaran itu menewaskan 22 karyawan perusahaan tersebut karena terjebak di lantai atas gedung yang terdiri enam lantai. Korban tewas tak bisa keluar karena gedung dipenuhi asap yang berasal dari lantai bawah dan jalur evakuasi yang minim. Polisi belum memberi penjelasan rinci atas ditahannya bos Terra Drone yang merupakan seorang pakar dalam pengembangan drone di Indonesia.
Michael Wishnu Wardhana menjabat sebagai direktur dan pemimpin Terra drone Indonesia pada awalnya membangun PT Aero Geosurvey Indonesia. Perusahan tersebut didirikan sebagai penyedia jasa drone. Kemudian pada tahun 2019, perusahaan tersebut mendapat pendanaan dari Terra Drone Corporation dan mengubah namanya menjadi PT Terra Drone Indonesia untuk menjadi bagian dari perusahaan penyedia jasa drone kelas dunia yang berbasis di Jepang itu.
Wishnu diketahui kuliah di Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB angkatan 2001. Dia pun dipandang punya keahlian teknis yang mumpuni di bidang pengembangan drone. Sebagai pakar di bidangnya, Wishnu juga kadang menjadi pembicara di berbagai seminar baik di dalam dan luar negeri, termasuk di almamaternya ITB.
Pada tahun 2024 misalnya, dia memimpin tim Terra Drone mengadakan pelatihan teknologi drone dan penggunaannya dalam survei serta pemetaan untuk beberapa perguruan tinggi termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Lampung (UNILA).
“Kami senang bisa memberikan pelatihan drone dan membekali para dosen dengan pengetahuan terkait teknologi drone, survei pemetaan, dan LiDAR. Kami berharap pelatihan ini dapat membantu para dosen dalam menerapkan teknologi ini dalam kegiatan pemetaan di kampus mereka masing-masing,” kata Wishnu saat itu.
Editor: Isa Gautama



