HUKUM & KRIMINAL

Menariknya Tahun 2025 di Jabar: Perkara Pidana Naik 2% di Polda Jabar, Stabilitas Sosial Tetap Aman dan Jumlah Laka Menurun

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Sebanyak 38.520 perkara pidana tercatat masuk ke Polda Jawa Barat (Jabar) sepanjang tahun 2025. Jumlah ini terhitung naik 2% alias terjadi penambahan sebanyak 883 kasus kejahatan dibanding angka kasus kejahatan sebanyak 37.637 pada tahun 2024.

Pun demikian, menariknya, angka perkara kejahatan yang naik sebesar 2% itu bukanlah sebuah cerminan utuh dari peristiwa kejahatan yang terjadi. Secara umum, angka 38.520 merupakan angka akumulasi dari point to point perkara pidana yang terangkum selama setahun. Namun jika yang dipakai adalah perspektif khusus, pengertian dan pemahaman yang muncul bisa jadi berbeda karena ada pembedahan klasifikasinya.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan penjelasannya tentang hal ini saat gelaran Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025 Polda Jabar di Mapolda Jabar, Senin, 29 Desember 2025 malam.

Dikatakannya, kenaikan angka akumulasi perkara pidana sebesar 2% pada tahun 2025 sebenarnya masih dalam batas wajar. Dan kenaikan tersebut juga dominan disumbang oleh kejahatan konvensional yang sudah terbilang oldschool secara gaya maupun tampilan.

“Sebanyak 21.046 adalah kasus pidana umum dan 406 adalah kasus tindak pidana khsusus. Narkoba juga menyumbang 3.482 perkara dan 156 lagi adalah kerjaan Direktorat Reserse Siber atau Ditressiber,” kata Kapolda Rudi Setiawan dalam penjelasannya.

Meski secara umum angkanya naik, lanjut Kapolda Rudi, klasifikasi perkara kejahatan transnasional dan yang berimplikasi kontinjensi justru menurun drastis. Aksi kejahatan lintas batas negara yang teknologi perencanaan dan pelaksanaannya melibatkan lebih dari satu negara cuma terhitung dua welas perkara selama setahun. Penurunan signifikan juga terjadi pada klasifikasi perkara dengan implikasi kontijensi semisal konflik komunal dan premanisme.

“Jadi dapat disimpulkan bahwa kenaikan secara akumulasi itu bukankah sebuah gambaran riil tentang aksi kejahatan yang banyak terjadi di masyarakat. Malahan bisa diterjemahkan secara cerdas sebagai wujud efektivitas dari upaya pencegahan dan penindakan lintas sektor,” kata Kapolda Rudi menegaskan.

“Dan secara a contrario atau penalaran logika, pemahaman seperti ini justru terbilang sudah wow. Already very smart and wise. Very cool. Not everybody has a sharp and intelligent a contrario. Kita harus fair buat mengakuinya,” tambahnya coba meluaskan wawasan seluruh peserta rilis akhir tahun dengan senyum.

Turut dijelaskannya juga, terjemahan yang smart dan berkualitas dimaksudkannya itu merupakan hasil kinerja yang efektif dari personel intelijen saat melakukan double dealing. Baik itu dalam wujud pencegahan maupun penindakan lintas sektor. Dan juga harus diingat, Kapolda Rudi meneruskan, gaya seperti itu hanya bisa diterapkan bilamana sudah terbangun kekuatan intelijen yang apik untuk melakukan pengawasan wilayah.

“Ini juga sudah membuktikan bahwa aslinya kondisi stabilitas sosial di Jawa Barat relatif terjaga baik dan situasinya juga dirasakan aman. Alhamdulilah,” Kapolda Rudi kembali berujar.

“Dan kita semua juga harus memahami bahwa keamanan itu adalah tanggung jawab bersama. Bukan milik polisi doang, tapi juga kepunyaan seluruh potensi masyarakat. Deal, yah,” sambungnya memberi semangat kepada seluruh peserta yang mengikuti rilis akhir tahun.

Angka Laka di Jabar Tahun 2025 Menurun

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.

Usai menyampaikan penjelasan tentang perkara pidana dan teknis panduan tentang cara memahami dalam konteks perspektif khusus dan tidak umum, selanjutnya Kapolda Rudi juga menyampaikan kabar baik tentang angka kecelakaan lalu lintas atau laka atau turun signifikan di tahun 2025. Pencapaian ini juga menjadi sorotan Polda Jabar saat evaluasi akhir tahun dan juga diapresiasi sebagai prestasi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Ditlantas Polda Jabar sepanjang tahun 2025, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tercatat ada 2.184 orang. Selisih 1.225 jiwa lebih sedikit atau turun 36% dibanding tahun 2024 yang mencapai 3.409 orang.

Dan menariknya juga, meski klasifikasi fatalitas sudah menurun, untuk jumlah kejadian kecelakaannya justru naik meski tipis.

“Ya ini jadi salah satu keunikan yang ada di Jawa Barat. Fatalitas turun tapi jumlah laka-nya naik tipis mencapai 9.016 kejadian sepanjang tahun 2025. Yah, yang terpenting bagaimana kita bisa menekan fatalitas. That’s main pointer. Pencapaian ini wajib dijaga dan harus bisa ditingkatkan pada tahun 2026 sekarang. Oke,” Kapolda Rudi berujar santun dengan memakai deduksinya di batas akhir penjelasan. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *