HUKUM & KRIMINAL

Kerja Sukses Ditreskrimum Polda Membongkar Praktik Kerja Jaringan Curanmor Bersenpi di Jakarta Barat

Ditreskrimum Polda Jaya menggelar jumpa pers kesuksesan membongkar praktik kriminal jaringan curanmor bersenpi yang melukai seorang warga dengan tembakan.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik kerja jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan senjata api (senpi). Aksi senpi dari jaringan ini sudah memakan satu warga yang tertembak di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. Tga pelaku dari jaringan ini juga berhasil dicomot dari tiga lokasi berbeda yakni Jakarta Barat, Yogyakarta dan Bandung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto dalam pernyataan resminya mengatakan, hasil kerja pembongkaran praktik jaringan curanmor ini jadi bukti nyata bahwa Polda Metro Jaya memang selalu hadir untuk menjaga rasa aman warga Jakarta, sebagaimana filosofi program Jaga Jakarta yang dicetuskan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri.

“Terus terang saja hasil pembongkaran jaringan curanmor oleh Ditreskrimum ini bukan sekadar sebuah aksi penindakan saja pengertiannya. Tapi juga jadi wujud kehadiran negara yang diwakili oleh Polda Metro Jaya untuk melindungi warga. Polda Metro Jaya ingin memastikan bahwa ruang publik harus tetap aman. Masyarakat juga harus bisa mendapatkan kepastian hukum,” kata Kombes Pol Bhudi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Senin, 12 Januari 2026.

Sembari itu, tak lupa dia juga menyampaikan kalimat apresiasi atas keberanian warga yang berupaya menggagalkan aksi dari para pelaku jaringan ini.

“Well, kami juga wajib untuk menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani bertindak dan tidak tinggal diam terhadap kejahatan di lingkungannya,” ujarnya dengan fair.

Diingatkannya juga kepada masyarakat agar supaya bisa selalu waspada serta aktif untuk berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan. Turut ditekankan juga oleh Kombes Pol Bhudi perihal call center Polri 110 jika melihat atau mengalami kejahatan.

“Keamanan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama. Jadi mari kita saling bekerja sama untuk menjaganya serta memanfaatkan call center 110 Polri untuk menjaga Jakarta,” jelas Kombes Pol Bhudi menegaskan.

Sementara tentang info detail pembongkaran praktik kriminal jaringan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin menjelaskan, hasil kerja ini terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026. Ketika itu, korban curanmor berhasil memergoki dua pelaku tengah beraksi untuk mencuri sepeda motor di rumahnya. Saat diteriaki maling oleh korban, seketika kedua pelaku langsung ngibrit melarikan diri. Namun salah satu pelaku coba memilih model ngibrit dengan memakai gaya yakni dengan mengeluarkan senpi.

“Pelaku yang ngibrit pakai gaya ini terhitung empat kali meletuskan peluru senpi. Satu warga jadi korban penembakan dari koboi ngawur ini. Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik,” ujar Kombes Pol Iman Imannudin menerangkan.

Berangkat dari kejadian ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya pun melakukan investigasi dan pengembangan. Hasilnya, tiga pelaku dari jaringan ini pun berhasil terdeteksi dengan valid keberadaannya. Peran dari ketiga pelaku ini adalah sebagai eksekutor penembakan, sebagai pelaku pencurian, dan satu lagi sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan.

“Tiga lokasi jadi area penangkapan ketiga pelaku. Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta Barat. Pemeran eksekutor yang jadi pelaku penembakan terpaksa kami dor karena melawan saat akan ditangkap. Jaringan ini juga diketahui sudah berulang kali beraksi yah,” jelas Kombes Pol Iman lagi.

“Sampai kami menangani empat laporan polisi sebagai dasar perkara. Masih ada 19 laporan lainnya buat pengembangan. Sedangkan Locus Delicti-nya di Jakarta Barat dan Jakarta Timur,” imbuhnya mengakhiri penjelasan. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *