KESEHATAN MEGAPOLITAN

Yayasan La Tanza Sejahtera Resmikan Dapur SPPG Sukamanah, Rajeg

progresifjaya.co.id, KAB. TANGERANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamanah di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Kampung Sumur Daon, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg.

Acara ini diawali dengan doa bersama serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tarian penyambutan. Sejumlah tokoh penting menghadiri acara ini, diantaranya, perwakilan Camat Rajeg, Danramil Rajeg, Binamas Sukamanah, Puskesmas Rajeg, Ketua PGRI Kabupaten Tangerang, Yayasan RESI, serta tokoh masyarakat setempat.

Program ini menjangkau sejumlah lembaga pendidikan dari tingkat PAUD sampai kejuruan. Guru dan siswa di sekolah-sekolah tersebut kini dapat menikmati makanan bergizi tanpa biaya, diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi anak-anak secara signifikan.

Pemilik Yayasan La Tanza Sejahtera, Hj Ade nenyampaikan bahwa program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto ini sudah direalisasikan.

“Alhamdulillah, kami di Rajeg kini memiliki SPPG Sukamanah, program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto ini sudah direalisasikan. Semoga kebutuhan gizi anak-anak di sekolah baik negeri maupun swasta dapat terpenuhi,” ujar Hj. Ade dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pelaksanaannya melalui jaringan SPPG, dapur khusus yang dikelola melalui berbagai mekanisme, seperti Badan Gizi Nasional (BGN), yayasan mitra, atau lembaga lainnya.

“Yayasan La Tanza Sejahtera membangun puluhan SPPG sebagai dukungan terhadap program nasional, dan dikelola oleh tim ahli gizi dengan menu beragam serta higienis,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Ia menyarankan, bahwa peluncuran program SPPG Sukamanah di Rajeg menjadi bagian penting dari implementasi strategi nasional untuk menangani stunting, kualitas pendidikan, dan ketahanan pangan anak-anak.

“Dengan melibatkan aparat pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat, program ini diharapkan lebih berdaya guna dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan doa, potong tumpeng dan pengguntingan pita.

Penulis: Dry Goeha

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *