
Power forward Boston Celtics, Paul Pierce.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Paul Anthony Pierce alias Paul Pierce adalah salah satu legenda Boston Celtics kelahiran California, 13 Oktober 1977. Dia bermain sebagai power forward di NBA selama 19 musim, di mana 15 musim (1998 – 2013) di antaranya bersama Boston Celtics mengenakan jersey nomor punggung 34.
Paul Pierce mengawali karier profesionalnya setelah dipilih Boston Celtics di urutan 10 secara keseluruhan pada NBA Draft 1998. Tahun 2002, Paul Pierce membawa Boston Celtics ke Final Wilayah Timur sebelum dihentikan New Jersey Nets. Catatan mainnya ketika itu adalah rata-rata 24,6 poin, 8,6 rebound, dan 4,1 assist di babak playoff. Dia juga terpilih masuk tim All-Star untuk pertama kalinya, dengan rata-rata 26,1 poin per pertandingan.
Setelah melewati musim reguler musim 2007-2008, Boston Celtics akhirnya bisa dibawa menuju NBA Finals dan berhasil menjadi juara untuk yang ke-17 kalinya. Paul Pierce membuat rata-rata 21,8 poin, 4,5 rebound, dan 6,3 assist di final. Dia juga terpilih menjadi MVP Final NBA 2008 dalam final NBA pertamanya.
Paul Pierce juga adalah pemain All-Star NBA sepuluh kali yang mampu hancurkan Liga NBA untuk Boston Celtics. Tak ada celah dalam permainan ofensifnya. Jago menerobos pertahanan, ancaman tembakan tiga angka, dan spesialis tembakan jarak menengah. Sang “The Truth” – julukan yang diberikan oleh legenda LA Lakers yang pensiun di Boston Celtics, Shaquille O’Neal setelah dia mencetak 42 poin saat melawan LA Lakers pada tahun 2001.
Karier Paul Pierce juga ditandai dengan keunggulan bermainnya yang konsisten, peningkatan yang stabil, serta penampilan gemilangnya di saat-saat genting, dan peran pentingnya untuk membangkitkan kembali franchise Boston Celtics.
Dia mampu untuk meningkatkan rata-rata skornya di setiap empat musim pertamanya, yang berpuncak pada pemilihan All-Star pertamanya pada tahun 2002 dengan rata-rata 26,1 poin per pertandingan.
Dampaknya langsung terasa, dengan rata-rata 16,5 poin dan persentase tembakan tiga poin 41% sebagai pemain rookie. Menjadi sinyal buat Boston Celtics bahwa mereka memang sudah menemukan permata di putaran pertama draft.

Power forward Boston Celtics, Paul Pierce.
Paul Pierce adalah pemain ofensif yang lengkap dengan kemampuan mencetak poin dari mana saja di lapangan. Kemampuannya untuk menciptakan tembakannya sendiri, ditambah dengan tembakan tiga poin yang mematikan dan bakat untuk mendapatkan lemparan bebas, menjadikannya salah satu pemain yang paling sulit untuk dipertahankan di liga. Permainan Pierce bukan hanya tentang mencetak poin. Dia juga seorang pengumpan yang tak bisa diremehkan dan seorang rebounder yang kuat untuk posisinya.
Makanya tak mengherankan jika dia berada di peringkat 10 besar dalam sejarah Boston Celtics untuk total poin, rebound, dan assist – sebuah prestasi yang cuma dimiliki oleh empat pemain lain dalam sejarah franchise yang legendaris ini.
Paul Pierce bahkan pernah mencetak 13 tembakan untuk memimpin di lima detik terakhir kuarter keempat atau perpanjangan waktu sepanjang kariernya. Kelebihan kemampuannya ini menempatkan dirinya di peringkat 7 teratas sepanjang masa.
Bersama Boston Celtics, total dia bermain adalah 45.768 menit (termasuk babak playoff), dan itu membuat menit bermainnya menjadi yang terbanyak nomor tiga setelah John Havlicek dan Bill Russell.
Pada tahun 2010, Paul Pierce berhasil membawa lagi Boston Celtics ke Final NBA untuk melawan tim idolanya, LA Lakers. Cuma hasilnya kalah dengan skor 3-4 untuk 7 pertandingan. Rekor juara NBA 17 kali Boston Celtics pun akhirnya disamakan oleh LA Lakers.
Setelah 15 musim bersama Boston Celtics, pada tahun 2013 pemain setinggi 2,01 m ini ditukar ke Brooklyn Nets. Setahun kemudian pindah ke Washington Wizards dan akhirnya berlabuh ke LA Clippers selama dua musim sebelum pensiun.
Masuknya nama Paul Pierce ke dalam Tim All-Celtics peringatan 75 tahun Boston Celtics juga jadi pengukuhan posisinya dalam sejarah gemilang franchise ini. Dia berdiri sejajar dengan legenda seperti Bill Russell, Larry Bird, dan John Havlicek sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah mengenakan seragam hijau Boston Celtics.

Power forward Boston Celtics, Paul Pierce.
Perjalanannya karier penggemar LA Lakers menjadi legenda Boston Celtics ini juga menjadi bukti keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan semangatnya yang kompetitifnya. “The Truth” memang sesuai dengan julukannya, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam permainan bola basket dan mengamankan tempatnya di antara para pemain hebat sepanjang masa NBA.
Paul Pierce mencatatkan 26.397 poin, 7.527 rebound, dan 4.708 assist selama 19 musim. Saat pensiun dia berada di peringkat lima besar dalam lebih dari selusin kategori statistik untuk Boston Celtics.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, pada Minggu malam, 11 Februari 2018 Boston Celtics membuat upacara khusus untuk mempensiunkan nomor punggung 34 miliknya sebelum waktu laga antara Boston Celtics menghadapi Cleveland Cavaliers. Boston Celtics mengangkat nomor itu ke langit-langit gelanggang untuk menghormati jasanya sekaligus juga bersanding dengan nomor legenda Boston Celtics lainnya.
Setelah itu, Paul Pierce mengangkat trofi Larry O’Brien—sebutan trofi juara NBA—yang dia dapat pada 2008 di tengah-tengah penggemar. Para penggemar pun sontak bersorak dan melemparkan teriakan: Terima kasih, Paul Pierce!
“Ketika Anda selamanya bersama Celtics, Anda abadi,” kata Paul Pierce pada upacara itu, seperti dikutip ESPN.
Paul Pierce menjadi pemain ke-22 yang nomornya dipensiunkan Boston Celtics. Kini, nomor 34 itu abadi di atas gelanggang sebagai legenda yang diakui. Paul Pierce tentu patut berbangga karena jasanya bakal dikenang selamanya. Kepala Pelatih Los Angeles Clippers sekaligus bekas pelatih Boston Celtics yang membawa tim itu juara pada 2008,
Doc River sangat tahu hal tersebut.
“Di bola basket, saya rasa tidak ada tempat lain yang bisa Anda pilih di mana Anda ingin nomor Anda pensiun. Jawabannya pasti bersama Boston,” kata River ketika itu. (Bembo)



