Serentak Delapan Kecamatan Penanganan Overpolusi Ikan Sapu-sapu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem, Pembersihan Penanganan Rutin Setiap Jumat

progresijaya.co.id, JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama Wakil Walikota Eric Pahlevi Z.L , Asisten Perekonomian Pembangunan Suprayogie, Kepala Suku Dinas KPKP Siti Halimah, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup H. Slamet Riyadi, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Syarifuddin, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Mila Amanda, Camat Menteng Nurhelmi Savitri dan Camat Tanah Abang Dwini Indiarti Utami melakukan kerja bakti pembersihan pena ganan overpolusi ikan sapu-sapu di Kali Cideng Plaza Indonesia yang berkolaborasi dengan Suku Dinas KPKP, Suku Dinas Gulkarmat, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota serta UPK Badan Air, Jumat (17/4).
Pembersihan penanganan overpolusi ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru sudah pernah terselesaikan di Kali Ciliwung.. Pembersihan ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung sudah mengambil sampel ikan dan airnya ternyata ambang batas pencemaran melebihi ikan mengandung Salmoella serta E.Coli juga residu logam berat.
Pembersihan dan penangkapan ikan sapu-sapu dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, menyampaikan komitmen untuk memperluas dan memperkuat pengendalian populasi ikan sapu-sapu di perairan wilayah Jakarta Pusat dalam upaya langkah strategis untuk memulihkan keseimbangan ekosistem sungai yang semakin tertekan oleh dominasi spesies invasif.

Arifin menjelaskan, ikan sapu-sapu memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi air tercemar serta bersifat predator terhadap telur ikan lain. Hal ini menyebabkan populasi ikan lokal seperti mujair, lele, dan betok terus menurun. “Kalau tidak dikendalikan, ekosistem kita bisa rusak lebih jauh. Ikan lokal makin langka, sementara sapu-sapu justru semakin mendominasi,” ujarnya
Untuk itu, Pemkot Jakarta Pusat mengintensifkan operasi penangkapan yang dilakukan secara rutin, termasuk setiap Jumat pagi. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas teknis, pasukan kebersihan, hingga komunitas peduli lingkungan. Serentak delapan kecamatan turut bergerak di sejumlah titik aliran sungai seperti kawasan sekitar Istiqlal dan Kali Ciliwung.
Tak hanya menangkap ikan dewasa, petugas juga diarahkan untuk menyasar telur-telur ikan sapu-sapu yang menempel di dinding turap dan dasar sungai.
Ia menilai langkah ini penting agar pengendalian populasi lebih efektif dan tidak hanya bersifat sementara.

“Kalau hanya ikan dewasa yang diambil, sementara telurnya dibiarkan, maka populasi akan cepat kembali. Karena itu kita kejar sampai ke telurnya,” ungkapnya.
Pembersihan penanganan ikan sapu-sapu tantangan di lapangan cukup besar karena ikan sapu-sapu kerap bersembunyi di lumpur maupun celah dinding turap. Untuk mengatasinya, petugas melakukan penyurutan debit air agar ikan lebih mudah terlihat dan ditangkap.
Bahkan, digunakan alat sederhana seperti bambu untuk mengeluarkan ikan dari persembunyiannya, penanganan pasca-penangkapan. Ikan sapu-sapu yang tertangkap harus dimatikan dan dikubur di lokasi yang telah ditentukan dengan pengawasan.
Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan, termasuk kemungkinan dijual kembali untuk konsumsi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu. Berdasarkan hasil kajian, ikan tersebut berpotensi mengandung zat berbahaya seperti bakteri dan logam berat karena hidup di perairan tercemar.
“Ini bukan untuk dikonsumsi. Kita harus waspada karena bisa membahayakan kesehatan. Ke depan Pemkot Jakarta Pusat akan fokus pada perbaikan kualitas air sungai melalui pengurangan limbah, dengan lingkungan yang lebih bersih dan pengendalian spesies invasif, habitat ikan lokal dapat pulih secara bertahap,” katanya.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga kebersihan sungai dan mendukung program ini. “Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua punya tanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap sehat dan seimbang,” tandasnya
Petugas gabungan pembersihan penanganan ikan sapu-sapu Kecamatan Cempaka Putih di embung Jalan Letjen Suprapto sebanyak 300 ekor ikan sapu-sapu.
Penulis/Editor: Fari. K



