BERITA UTAMA NASIONAL

Tokoh Lintas Agama Jakarta Barat Perkuat Kerukunan dan Kedamaian di Tengah Keberagaman

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Para tokoh lintas agama Jakarta Barat melaksanakan kegiatan silaturami sebagai ruang dialog dan penguatan persaudaraan kebangsaan bertempat di GBI Citra 2, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2026). Adapun tema silaturahmi tersebut adalah “Bersama Merawat Kerukunan, Menebar Damai, Berdampak Nyata” yang diinisiasi Penguat Keragaman Masyarakat Nusantara (PKMN) bekerja sama dengan Asosiasi Pendeta Indonesia Jakarta Barat.

Ketua DPC Asosiasi Pendeta Indonesia Jakarta Barat sebagai Ketua Penyelenggara yang juga sekaligus tuan rumah, Pdt. Timotius Alex Candra menyambut kehadiran rekan-rekan dari berbagai latar belakang iman untuk bersama-sama membangun kebersamaan dalam keberagaman. Ia menegaskan, pentingnya kolaborasi tokoh agama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Ketua PKMN, Yohanes Rudy menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertepatan dengan momentum 28 tahun peristiwa Mei 1998 sebagai pengingat pentingnya menjaga kerukunan bangsa. Yohanes Rudy menjelaskan, PKMN memiliki visi membangun dan memperkuat persaudaraan lintas iman secara berkelanjutan.

“Dengan tema ‘Merawat Kerukunan, Menebar Damai, Berdampak Nyata’, kita bersama-sama belajar dan berdiskusi. Jika bibit-bibit konflik seperti tahun 1998 muncul kembali, bagaimana kita sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat menjaga kedamaian,” ujarnya.

Gotong Royong dan Kerukunan Bagian dari Budaya Nusantara

Dalam silaturahmi ini, sejumlah tokoh agama menekankan merawat kedamaian di tengah keberagaman masyarakat saat menjadi narasumber pada dialog yang dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh iman.

Tokoh agama Konghucu, Ws Sietnie sebagai narasumber menjelaskan, dalam ajaran Konghucu menekankan pembentukan manusia berkarakter luhur, berakhlak, serta memiliki kebajikan.

“Dalam ajaran Nabi Kongzi juga ditekankan bahwa seluruh manusia di empat penjuru dunia adalah saudara. Karena itu, perbedaan bukan alasan untuk berkonflik, tetapi untuk saling menghormati. Keberagaman harus kita rawat bersama agar tetap aman, damai, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Menurut tokoh agama Kristen, Pdt. Markus Sudarji, M.A., M.PdK., perbedaan bukan ancaman, tetapi kekayaan bangsa. “Tuhan menciptakan manusia dalam keberagaman sebagai bagian dari kehendak-Nya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis sebagai pembawa damai, harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, bukan sebagai pemicu konflik. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas iman dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial, donor darah, dan aksi kemanusiaan sebagai wujud nyata iman dalam kehidupan sosial.

Tokoh agama Katolik, Romo Reynold Agustinus menegaskan, keberagaman merupakan kehendak Tuhan yang tidak dapat diseragamkan.

“Keragaman tidak berarti keseragaman. Persatuan bukan berarti menyeragamkan, melainkan menghargai perbedaan dalam satu kesatuan. Perbedaan agama, suku, dan budaya tidak boleh dipahami sebagai ancaman, tetapi sebagai kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih baik,” katanya menegaskan.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam meredam konflik sosial serta menangkal hoaks, radikalisme, dan ujaran kebencian di ruang publik. Menurutnya, dialog lintas agama menjadi ruang penting untuk meluruskan kesalahpahaman dan memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

Tokoh agama Islam KH. Agus Salim selaku menyampaikan, bahwa rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, maupun tempat ibadah lainnya, memiliki kesamaan fungsi sebagai ruang bagi umat untuk beribadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Menurutnya, pada dasarnya setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan larangan terhadap kekerasan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya tidak menafsirkan ajaran agama secara sempit atau berdasarkan kepentingan pribadi.

Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman ilmu dan akhlak dalam membentuk perilaku manusia agar tidak mudah terprovokasi oleh emosi atau hawa nafsu. “Ketika ilmu, akhlak, dan ibadah berjalan seimbang, maka akan lahir pribadi yang bijak dan mampu menjaga ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Tokoh agama Budha, PMd. Rafian Tama Periadi menjelaskan, moderasi beragama dalam ajaran Budha sejalan dengan konsep Jalan Tengah (Middle Way), yaitu sikap tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, ajaran Buddha juga menekankan nilai-nilai kebangsaan seperti menjaga persatuan, menghormati hukum dan pemerintahan, menolak kekerasan, serta menghargai keberagaman budaya dan agama.

Ia juga menekankan, bahwa nilai toleransi telah lama hidup dalam sejarah nusantara, termasuk melalui karya sastra seperti Sutasoma dan konsep Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia. “Gotong royong dan kerukunan sudah menjadi bagian dari budaya nusantara yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya.

Deklarasi Damai

Kegiatan silaturahmi tokoh lintas agama Jakarta Barat dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai yang menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh Ketua PKMN yang menyampaikan komitmen seluruh tokoh lintas agama untuk terus merawat kedamaian di tengah keberagaman masyarakat.

“Kami, tokoh lintas agama Jakarta Barat berkomitmen menjaga persatuan, menolak kekerasan dan intoleransi, serta bersama-sama membangun masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghormati,” demikian bunyi deklarasi tersebut diucapkan bersama-sama para tokoh lintas agama Jakarta Barat.

Deklarasi ini menjadi penegasan sikap bersama para tokoh agama untuk memperkuat toleransi, mencegah potensi konflik sosial, serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Jakarta Barat.

Pada acara silaturami juga hadir diantaranya, Felix Sandra, tokoh masyarakat, Adi Tirta, Ketum Perkumpulan Tionghoa Cinta Pancasila, Sujadi SH, Pimpinan Harian Paguyuban Pencinta Nasional Pancasila, dan Cak Riyanto Pendopo Limo, tokoh lintas Iman.

Editor: Ebenezer Sihotang

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *