BERITA UTAMA EKONOMI & BISNIS

Meski Perekonomian Tidak Baik-baik Saja, Bisnis 6 Orang Terkaya di Indonesia Tetap Berkibar

progresifjaya.co.id  JAKARTA – Meski saat ini Indonesia belum mengalami krisis ekonomi, namun gejolak pasar keuangan dengan melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada perekonomian negara.Tidak itu saja krisis kepercayaan publik terhadap pengelolaan ekonomi, juga membuat investor menahan diri untuk membuka usaha atau meneruskan bisnisnya di Indonesia. Bahkan beberapa ada yang hengkang, pindah ke negara lain.

Lihat saja Rupiah menghadapi tekanan hingga sempat menembus angka Rp18.000 per Dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tren koreksi yang memicu sentimen negatif. Meski Perekonomian Indonesia tidak baik-baik saja, tapi pemerintah dan otoritas ekonomi masih menyatakan bahwa indikator fundamental seperti pertumbuhan ekonomi yang ekspansif dan inflasi yang terkendali membuat situasi saat ini sangat berbeda jauh dengan krisis moneter 1998.

Apapun keadaan perekonomian negara mengalami masalah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, para konglomerat Indonesia yang mempunyai harta ratusan triliun masih tetap tenang. Usaha dan bisnis mereka tidak akan berpengaruh, malah sebaliknya akan terus berkibar karena merekalah mengendalikan perekonomian di negara ini.

Simak saja 6 orang terkaya di Indonesia, hartanya ada yang bertambah, meski ada juga yang turun. Tapi itu tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha mereka yang berasal dari berbagai bisnis meliputi manufaktur, komoditas, perbankan, teknologi, hingga riil.

Prajogo Pangestu misalnya, pemilik grup Barito Pacific kekayaannya ‘menguap’ US dolar. Meskipun harta kekayaannya turun, konglomerat itu masih bertengger di urutan nomor 2 orang terkaya di Indonesia. Hanya turun satu tingkat dari sebelumnya, yang berada di urutan pertama.

Berikut daftar orang terkaya di Indonesia terbaru berdasarkan Bloomberg Billionaires (Rich) Index dengan data 30 Juni 2026.

Pertama, Sukanto Tanoto yang merupakan pendiri Royal Golden Eagle, konglomerat manufaktur skala global yang memiliki aset lebih dari US$`40 miliar pada 2026, berdasarkan data Bloomberg.

Dengan berbagai sumber kekayaan dari segala lini bisnis di banyak negara, termasuk London, Singapura, Shanghai, dan Munich. Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke–106 orang terkaya dunia. Kekayaannya berhasil menyentuh US`$24,3 miliar, atau Rp435,02 triliun.

Kekayaannya bertambah signifikan mencapai 12% hingga miliaran dolar AS atau US$`2,6 miliar (Rp46,54 triliun). Sukanto Tanoto pantas menyabet gelar orang terkaya di dunia dan nomor 1 di Indonesia yang berhasil menyalip jauh salah satu pengusaha paling berpengaruh, Prajogo Pangestu.

Kedua, Prajogo Pangestu pemilik Grup Barito, sekaligus menjadi orang terkaya ke–176 di dunia.

Jumlah kekayaannya terbilang US$16,5 miliar atau mencapai Rp295,38 triliun. Hartanya menguap 64,2% mencapai US$29,6 miliar (Rp529,9 triliun) dan harus berpuas dengan disematkannya predikat ‘turun kelas’ per 30 Juni 2026.

Ketiga, Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources.

Seorang pengusaha pemilik perusahaan pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Low juga tercatat pada peringkat ke–187 orang terkaya dunia dengan harta kekayaan US$16,1 miliar atau setara dengan Rp288,22 triliun. Namun memang, nilai tersebut susut 26,6% year–to–date mencapai US$5,8 miliar (mencapai Rp103,83 triliun).

Keempat, Budi Hartono dengan Grup Djarum-nya yang menjadi sumber Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta kekayaan. Ia juga merupakan pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank terbesar di Indonesia. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke-254 berdasarkan data Bloomberg.

Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap 32,3% mencapai US$6,2 miliar (Rp110,99 triliun) sepanjang tahun 2026 menjadi US$13 miliar, yang nilainya sama dengan Rp232,72 triliun.

Kelima, Anthoni Salim pemilik Grup Indofood, perusahaan produsen makanan dan minuman terpopuler di Indonesia.

Kekayaan Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim mencapai US`$11,7 miliar, atau setara dengan Rp209,45 triliun hingga menempatkannya di posisi 299 orang terkaya di seluruh dunia.

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun 2026 tergelincir hebat di tren negatif dengan penurunan di atas kertas mencapai 26,5% hingga menguap US$`4,2 miliar (Rp75,18 triliun).

Keenam, Dato Sri Tahir memiliki kekayaan US`$9,3 miliar yang sama dengan Rp166,49 triliun berasal dari berbagai bisnis meliputi perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa.

PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, berafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir.

Sejumlah perusahaan yang dinaungi dan terafiliasi dengannya, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.

Dato Sri Tahir juga merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara.

Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz Tower, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri yakni Singapura dan Jepang.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–414 orang terkaya dunia, usai memperhitungkan kekayaannya menguap 32,1% point–to–point mencapai US$4,4 miliar, atau lenyap di atas kertas Rp78,77 triliun pada 2026.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *