HUKUM & KRIMINAL

Modus Hubungan Love Scam: Jasad Wanita ASN Ditemukan dalam Mobil Dinas, Diduga Korban Pembunuhan Sindikat Penipuan

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Polisi sampai kini belum berhasil menangkap peia pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian prempuan setengah baya Ruly Yunis Setiawati (50). Padahal identitas terduga pelaku sudah jelas dan gambar wajahnya tersebar di media sosial.

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan itu sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 24 Juni 2026.

Wajah lelaki berkacamata terpampang sangat jelas terekam CCTV saat mobil Toyota Kijang plat merah tersebut masuk gerbang parkir. Saat itu pengemudi mobil yang diduga pelaku mengambil struk parkir masuk areal bandara.

Atas hal itu  rekaman CCTV tersebar di media sosial hingga terungkap identitas orang itu bernama Erlan (45) warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun polisi hingga kini belum berhasil menangkap terduga pelaku itu. “Masih dalam penyelidikan,” kata polisi menanggapi viralnya wajah terduga pelaku di media sosial.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya membenarkan bahwa terduga pelaku sudah diketahui identitasnya. Bahkan Risang mengungkapkan adanya hubungan antara korban dengan pria misterius yang tengah dicari polisi itu. Dia lah orang terakhir bersama korban sebelum wanita itu ditemukan meninggal di dalam mobil.

Menurut Risang, hubungan korban dengan terduga pelaku berawal dari komunikasi secara daring dalam waktu yang cukup lama. “Informasi yang kami peroleh, mereka sudah saling mengenal cukup lama, tetapi hanya melalui komunikasi online atau telepon. Pertemuan secara langsung baru pertama kali terjadi saat kejadian itu,” ujar Risang, dikutip Senin (6/7).

Pola hubungan tersebut memiliki kemiripan dengan modus love scam, yakni pelaku membangun kedekatan emosional dan kepercayaan korban melalui komunikasi jarak jauh sebelum akhirnya mengajak bertemu. “Ini masih dugaan yang kami sampaikan berdasarkan informasi yang kami himpun. Nanti tentu penyidik yang akan membuktikan melalui proses penyelidikan,” katanya.

Risang juga menyebut keluarga dari kedua belah pihak sama-sama tidak mengetahui adanya hubungan tersebut. Karena itu, keluarga korban merasa sangat terkejut ketika mengetahui fakta tersebut setelah peristiwa terjadi. “Baik keluarga korban maupun keluarga dari pria yang diduga bersama korban, sama-sama tidak mengetahui hubungan itu sebelumnya,” ujarnya.

Mengenai identitas pria yang diduga bersama korban, Risang mengatakan beredar informasi di media sosial yang menyebut bernama Erlan. Bahkan, muncul kabar yang menyebut ia diduga pernah bekerja di sebuah instansi yang dikenal dengan singkatan BPPN sebelum lembaga tersebut dibubarkan pada 2004.

Selain itu, beredar pula informasi mengenai dugaan domisilinya di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Namun, Risang menegaskan seluruh informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Risang mengaku pihaknya juga menerima cerita dari sejumlah orang yang mengaku pernah menjadi korban dugaan penipuan dengan modus serupa. Dari berbagai informasi itu, muncul dugaan bahwa terduga pelaku tidak bekerja seorang diri.

Meski demikian, ia menekankan dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyidikan. “Kalau memang benar ada korban-korban lain, tentu itu akan menjadi bagian dari proses pembuktian. Kami berharap semua informasi yang ada dapat didalami oleh penyidik sehingga kasus ini bisa diungkap secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Polresta Sidoarjo mengejar pelaku bernama Erlan. Selain diduga jadi pelaku pembunuhan, Erlan juga punya latar belakang sindikat penipuan.

Pelaku Erlan kerap menyasar korban perempuan yang berusia matang dan ekonomi mapan. Salah satu korbannya, yaitu Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ruly Yunis Setiawati ini. “Perkenalannya lewat kopi darat. Lewat pertemuan langsung. Korbannya, khususnya perempuan-perempuan yang sudah mapan,” ujar Jumhur seraya berujar kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *