
progresifjaya.co.id, LEBAK – Pencapaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Lebak, Banten, hingga awal Juli 2026 mencapai 24,1 persen dari jumlah penduduk 1,5 juta jiwa di daerah ini sebagai upaya deteksi dini penyakit.
”Kita minta seluruh puskesmas terus mengoptimalkan kegiatan Program CKG,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putra di Lebak, Kamis. (9/7)
Ia mengharapkan petugas puskesmas di lapangan terus dapat mensukseskan program tersebut, yang bertujuan mendeteksi dini penyakit menular maupun Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, jantung, darah tinggi, kanker, dan kolesterol.
Bila mereka teridentifikasi positif mengidap PTM, lanjut dia, masyarakat bisa menjalani pengobatan rutin lanjutan di rumah sakit.
”Program CKG itu untuk mempersiapkan masyarakat yang berkualitas dan unggul dengan kondisi sehat, sehingga dapat meningkatkan Usia Harapan Hidup (UHH),” katanya.
Ia mengatakan petugas medis di 43 puskesmas yang tersebar di 28 kecamatan merupakan garda terdepan untuk mensukseskan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu pihaknya minta puskesmas dapat mengajak berbagai komponen masyarakat untuk terlibat menggelorakan Program CKG, mulai dari organisasi maupun lembaga, seperti sekolah, ormas, permukiman, sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren dan lainnya.
Selain itu, kata dia, petugas puskesmas setiap pekan menyelenggarakan Program CKG di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di lingkungan Polri, TNI dan penegak hukum serta perusahaan BUMN.
”Kami kerja keras melakukan CKG agar dapat mempertahankan realisasi pencapaian CKG peringkat satu di Banten,” kata Eka.
Sementara itu Plt Kepala Puskesmas Rangkasbitung Sudiarto Setiawan mengatakan pihaknya hingga kini menyasar ke berbagai komponen masyarakat, ormas, sekolah, ponpes, permukiman dan lainnya untuk mengoptimalkan CKG.
Bahkan pihaknya setiap hari melayani CKG dari Januari sampai awal Juli 2026 sudah terealisasi 3.500 orang dan dipastikan terus bertambah.
Pemeriksaan CKG itu sangat penting untuk mengetahui faktor risiko dalam mencegah penyakit hipertensi, gula darah, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, obesitas sentral atau lingkar perut.
”Kami melakukan CKG tidak ada yang dirujuk, namun mereka mendapatkan pengobatan,” tukasnya. (R. R)



