Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Bandara Soetta, Otoritas Kuala Lumpur International Airport Kebakaran Jenggot

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39) yang berusaha menyeludupkan 26 kilogram narkoba jenis ekstasi dan sabu ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, minggu lalu. Atas hal itu Otoritas Bandara Internasional Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Airport – KLIA) kebakaran jenggot, karena pilot tersebut bisa lolos membawa narkoba itu dan ikut menerbangkan pesawat ke Indonesia.
Aparat KLIA langsung memperketat keamanan dan secara random melakukan tes urine kepada pilot dan kopilot maskapai penerbangannya. Bahkan pihak Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) menangkap petugas bandara yang dicurigai membantu pilot Moch Saufi meloloskan narkoba tersebut diselundupkan ke Indonesia.
Pihak PDRM mengaku penasaran dan tertarik dengan cara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan narkotika pilot asal Malaysia itu. Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan bahkan akan mempelajari metode yang digunakan Polri dalam mendeteksi aktivitas penyelundupan tersebut.
Terkait hal ini, Hussein mengungkapkan ketertarikannya dengan cara Polri bekerja mengatasi kasus ini. “Kami masih mendapatkan informasi tentang bagaimana mereka berhasil mendeteksi aktivitas tersebut,” ujarnya, dikutip Rabu (5/8).
Sebelumnya PDRM telah mengidentifikasi seorang individu yang diyakini berkaitan dengan penangkapan pilot dan penyitaan berbagai jenis narkotika saat kedatangan di Jakarta. Dia merupakan staf yang bertugas dalam proses pemeriksaan keamanan di Bandara Kuala Lumpur sebelum sang pilot berangkat ke Indonesia.
Ternyata sang pilot Moch Saufi sudah tiga kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Terakhir dia ditangkap setelah membawa 26 kilogram ekstasi di Bandara Soetta. Pilot Saufi disuruh oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta dengan upah 50 ribu Ringgit Malaysia (RM) atau Rp 219 juta. Sampai di Jakarta pilot itu nantinya akan diarahkan oleh seseorang yang diduga berdomisili di Malaysia menuju ke sebuah hotel. Kemudian akan ada orang yang akan ngambil barang haram tersebut.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan,sebelumnya pilot Saufi sempat membawa narkotika jenis sabu ke Sabah, kemudian yang kedua membawa sabu sebanyak 7 kg ke Jakarta. Terakhir dia membawa ekstasi dan sabu 26 kg ke Jakarta, namun berhasil digagalkan.
Saufi ditangkap petugas Bea Cukai setelah ditemukan kecurigaan pada saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta. Dia kepadatan membawa sebanyak 70 ribu butir lebih ekstasi atau seberat 26 kilogram.
Polri masih terus mendalami dugaan keterlibatan pilot itu dalam jaringan narkotika. Sebab dari hasil interogasi pembuatan BAP yang bersangkutan sudah tiga kali membawa barang haram ini ke Indonesia. Dua kali di Jakarta, satu kali daerah lain. Dan itu tidak menutup kemungkinan akan ada pengakuan lainnya bertambahnya penyelundupan itu.
Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba dan dalam kondisi memakai narkoba dia mengemudikan pesawat dalam penerbangannya ke Bandara Soetta. Hal ini tentu sangat membahayakan penerbangan, karena pilot maupun kopilot harus steril dari narkoba jenis apapun.
Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine ‘cadangan’. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.
Sementara Maskapai Malaysia Airlines buka suara terkait pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Pihak maskapai menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia. “Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut,” katanya, dikuti Free Malaysia Today, Rabu (5/8).
Penulis/Editor: Isa Gautama



