INTERNASIONAL

Terjadi Lagi di Thailand: Mantan Anggota Parlemen Tembak Mantan Pejabat Polisi

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Baru saja Thailand dihebohkan dengan aksi penembakan yang dilakukan siswa berumur 14 tahun dengan menewaskan 8 orang, kini terjadi lagi aksi penembakan yang lain. Kali ini dilakukan oleh seorang mantan anggota parlemen berusia 71 tahun.

Lansia yang diidentifikasi bernama Chalong Reawraeng itu menembak seorang pejabat pemerintah di Provinsi Nonthaburi, Senin (10/08) ini. Gilanya, usai melakukan aksi penembakan itu, dia menelepon ke sebuah acara siaran langsung di YouTube untuk memberitahu tentang perbuatanya agar cepat diketahui publik.

Pelaku penembakan ini memang pernah menjadi legislator di Parlemen Thailand untuk Provinsi Nonthaburi. Chalong akhirnya berhasil ditangkap polisi beberapa saat aksinya tayang di media sosial YouTube.

Orang yang ditembak oleh Chalong adalah pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, Thongchai Yenprasert. Namun pria berusia 71 tahun mantan pejabat Polisi itu selamat meski mengalami luka tembak di kepalanya. Kini bersama sopirnya yang juga ikut tertembak masih dirawat di rumah sakit. Beberapa laporan mengatakan keduanya “mengalami luka serius”.

Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah penembakan oleh seorang pelajar di provinsi yang sama. Dalam penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi itu, tujuh orang tewas. Hingga berita ini ditayangkan, tidak ada pernyataan resmi dari kepolisian atas dua serangan penembakan tersebut.

Terduga pelaku penembakan, Chalong Reawraeng, menjabat sebagai anggota parlemen selama tiga periode, terakhir di bawah partai Pheu Thai. Lansia ini saat mudanya mendapatkan julukan “kobra” – istilah Thailand untuk politisi yang melawan garis partai.

Julukan itu didapatkannya karena pada 1997 dia memilih kandidat perdana menteri Thailand dari partai lain. Chalong sendiri sempat mencalonkan diri menjadi anggota parlemen dalam pemilihan terakhir di bawah partai Bhumjaithai yang berkuasa, tapi gagal mendapatkan kursi.

Sementara korban penembakan Thongchai Yenprasert adalah mantan polisi yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi. Laki-laki yang berumur sama dengan Chalong itu bergabung dengan kepolisian pada tahun 1984 dan menjabat sebagai wakil kepala dan kepala beberapa kantor polisi distrik di Nonthaburi, di pinggiran Bangkok.

Pelaku Penembakan

Chalong mengaku bahwa dia telah melakukan serangan itu dan menelpon seorang komentator politik terkenal, yang saat itu sedang melakukan siaran langsung di YouTube. Orang yang dihubunginya adalah mantan jurnalis Anchalee Paireerak. Dia tampak mengangkat telepon di tengah-tengah siaran programnya.

“Saya akan menelepon Anda kembali… Oh, sesuatu yang besar terjadi? Silakan, apa itu?” katanya di program siaran langsung YouTube.

Penonton tidak dapat mendengar apa yang dikatakan penelepon selanjutnya, tapi Anchalee terlihat bereaksi dengan terkejut.

“Apakah dia meninggal? Apakah dia meninggal? Anda menembaknya di kepala? Anda harus menunggu di sana sampai polisi datang,” katanya.

“Jangan pergi ke mana pun,” ujar Anchalee.

Motif Chalong melakukan penembakan ini belum diketahui. Namun mantan anggota parlemen itu mengatakan kepada wartawan saat ditangkap, dia kesal karena Thongchai tidak mengabulkan permintaannya, tanpa menjelaskan permintaannya itu.

Penulis/Editor: Isa Gautama

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *