Pertahankan Kualitas Pendidikan, Singapura Naikkan Gaji Guru hingga Rp 1,4 M Per Tahun

progresifjaya.co.id, SINGAPURA – Pemerintah Singapura akan menaikkan gaji sekitar 36.000 tenaga pendidik mulai 1 Oktober 2026. Kenaikan tersebut berkisar antara 2 persen hingga 9 persen dan mencakup guru, tenaga pendidik pendukung, serta pendidik taman kanak-kanak (TK) di bawah Kementerian Pendidikan Singapura (MOE). MOE mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan paket gaji tenaga pendidik tetap kompetitif sekaligus menjaga daya tarik profesi guru agar mampu merekrut dan mempertahankan tenaga pendidik berkualitas.
“Kami ingin memastikan paket gaji secara keseluruhan tetap kompetitif dan layanan pendidikan dapat terus menarik serta mempertahankan tenaga pendidik yang baik,” kata MOE, dikutip dari The Straits Times, Senin (16/3/2026). Kenaikan gaji tersebut akan diberikan kepada sekitar 33.000 pegawai pendidikan, 1.700 tenaga pendidik pendukung atau allied educators, dan 1.100 pendidik taman kanak-kanak di bawah MOE. Penyesuaian gaji akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.
MOE menyebut, gaji pegawai pendidikan, allied educators, dan pendidik taman kanak-kanak di bawah kementerian terakhir kali ditinjau pada 2022.
Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee mengatakan pemerintah secara berkala mengevaluasi gaji tenaga pendidik untuk memastikan profesi tersebut tetap kompetitif. “Para pendidik kita adalah jantung dari sistem pendidikan. Hari demi hari, mereka melakukan lebih dari yang diharapkan untuk membimbing siswa dan mendukung perjalanan belajar mereka,” kata Lee.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik atas kontribusi mereka dalam sistem pendidikan Singapura. Selain penyesuaian gaji, MOE mengatakan tenaga pendidik akan terus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kompetensi sepanjang karier mereka. “Guru adalah inti dari sistem pendidikan kita. Selain penyesuaian gaji, MOE akan terus memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk belajar dan berkembang sepanjang karier mereka,” kata MOE.
Pemerintah Singapura menyebut, kenaikan gaji tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing layanan pendidikan. Kebijakan itu diharapkan dapat membantu Singapura menarik calon tenaga pendidik berkualitas sekaligus mempertahankan guru dan tenaga pendidikan yang telah bekerja dalam sistem pendidikan.
Berdasarkan data Teach Across Asia untuk 2026, gaji guru penuh waktu di Singapura bervariasi, bergantung pada jenis sekolah dan pengalaman mengajar.
Guru di Singapura dapat memperoleh penghasilan mulai sekitar 30.000 dollar Singapura hingga lebih dari 100.000 dollar Singapura per tahun sebelum pajak. Dengan asumsi nilai tukar 1 dollar Singapura setara Rp 14.102,51, kisaran tersebut setara dengan sekitar Rp 423 juta hingga lebih dari Rp 1,41 miliar per tahun. Untuk guru berpengalaman dengan masa kerja tiga hingga 10 tahun di sekolah internasional kelas menengah hingga premium, gaji tahunan berada di kisaran 50.000-85.000 dollar Singapura, atau sekitar Rp 705 juta-Rp 1,2 miliar per tahun.
Sementara itu, guru senior di sekolah internasional terbaik dapat memperoleh sekitar 70.000-100.000 dollar Singapura atau lebih, setara dengan sekitar Rp 987 juta hingga Rp 1,41 miliar atau lebih per tahun.
Adapun guru di sekolah pemerintah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Singapura (MOE) dan sekolah bilingual berada pada kisaran 36.000-84.000 dollar Singapura per tahun, atau sekitar Rp 508 juta-Rp 1,18 miliar per tahun, berdasarkan struktur gaji dan pengalaman. Bagi guru yang datang dari luar negeri, paket kompensasi juga dapat mencakup sejumlah fasilitas tambahan.
Teach Across Asia mencatat, sejumlah sekolah internasional menawarkan tunjangan perumahan sekitar 2.000-4.500 dollar Singapura per bulan, atau sekitar Rp 28,2 juta-Rp 63,5 juta per bulan. Selain tunjangan perumahan, guru tertentu juga dapat memperoleh tiket penerbangan, dukungan relokasi, dan asuransi kesehatan swasta.
Bagi guru yang memiliki anak, potongan biaya pendidikan juga dapat menjadi bagian dari paket kompensasi. Di sekolah internasional premium, nilai diskon biaya pendidikan tersebut dapat mencapai sekitar 57.000-96.000 dollar Singapura per tahun, atau sekitar Rp 804 juta-Rp 1,35 miliar per tahun.
Teach Across Asia juga mencatat bahwa sebagian besar posisi mengajar mensyaratkan pengalaman 2-5 tahun serta minimal gelar sarjana dan kualifikasi mengajar.
Sementara itu, posisi pengajar English as a Second Language (ESL) dan English for Academic Purposes (EAP) di tingkat perguruan tinggi umumnya membutuhkan gelar magister atau doktor. Guru matematika, fisika, dan sains termasuk yang banyak dibutuhkan. Permintaan juga tinggi untuk tenaga pendidik di bidang Special Educational Needs (SEN) serta spesialis pendidikan anak usia dini dengan pelatihan Montessori, International Baccalaureate Primary Years Programme (IB PYP), atau Reggio Emilia.
Editor: Hendy



