
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Siapa yang berani periksa dan geledah mobil Presiden atau Perdana Menteri (PM). Tentu tidak ada yang berani, karena presiden atau PM adalah kepala pemerintahan di suatu negara yang merangkap panglima tertinggi dari semua angkatan. Namun lain di negara Gajah Putih Thailand, siapapun harus diperlakukan sama, meski dia seorang PM sekalipun.
Lihat saja Anutin Charnvirakul yang menjabat sebagai sebagai PM dan sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, kendaraannya ikut diperiksa dan digeledah Polisi. Padahal sang Perdana Menteri itu tengah melakukan inspeksi mendadak kegiatan razia senjata api dan narkoba di sebuah pos pemeriksaan di depan kantor Polisi.
Mengutip media Thailand MGR Online, dilansir BBC, Rabu (19/8), peristiwa unik tersebut terjadi pada tanggal 16 Agustus 2026 lalu ketika Anutin memanfaatkan hari liburnya. Ia melakukan tur inspeksi pribadi untuk mengunjungi dan memantau langsung kinerja para pejabat di berbagai provinsi tanpa memberitahukan jadwalnya kepada siapa pun secara mendadak.
Pada pukul 11.00 waktu setempat, kendaraan sang Perdana Menteri berhenti untuk menginspeksi pos pemeriksaan gabungan yang terletak di depan Kantor Polisi Ban Dan, Distrik Ban Dan, Provinsi Buriram. Pos tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan antara otoritas administratif dan kepolisian yang berjalan sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Operasi ini merupakan perwujudan dari arahan langsung Anutin untuk mendirikan pos pemeriksaan di tingkat distrik guna mencegah dan menekan aktivitas kriminal. Pos tersebut difokuskan secara khusus untuk melakukan pencarian senjata api dan narkotika.
Selama kunjungan berlangsung, petugas polisi dan administrasi yang berjaga justru meminta izin untuk menggeledah kendaraan sang Perdana Menteri. Mereka memeriksa bagian depan serta belakang mobil tersebut sesuai dengan prosedur operasi standar yang berlaku.
Usai penggeledahan dilakukan, Anutin langsung melontarkan pertanyaan kepada petugas yang memeriksa kendaraannya. “Apakah Anda menemukan sesuatu?” ucapnya.
Petugas polisi tersebut langsung merespons pertanyaan dari sang atasan. Mereka mengaku tidak menemukan barang-barang berbahaya di mobil Kepala Pemerintahan Negeri Gajah Putih itu. “Tidak ada, Pak,” tegasnya.
Mendengar jawaban tersebut, Anutin segera mengklarifikasi maksud dari pertanyaan awalnya kepada sang petugas agar tidak terjadi salah paham. Ia menjelaskan bahwa maksud dari pertanyaannya adalah menanyakan temuan secara umum, bukan spesifik di mobilnya.
Menjawab pertanyaan terkait hasil razia secara keseluruhan di wilayah tersebut, sang petugas polisi pun memberikan laporan akhirnya. Polisi itu menyebut sejauh ini hanya menemukan narkoba, dan bukan senjata api. “Hanya narkoba, Pak,” ungkap petugas itu.
Penulis/Editor: Isa Gautama


