PENDIDIKAN TNI & POLRI

Wakapolri Ajak Mahasiswa Berperan dalam Ekosistem Pusat Studi Kepolisian

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo ajak mahasiswa berperan dalam ekosistem Pusat Studi Kepolisian.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengajak mahasiswa untuk berperan dalam ekosistem Pusat Studi Kepolisian. Dia menyebut, kreativitas, energi, perspektif hingga kritik akan bisa memperkaya kajian mengenai kepolisian dan berbagai dinamika sosial.

“Kami sangat menghargai pemikiran, kritik, dan masukan dari lingkungan akademik. Melalui ruang dialog yang terbuka dan konstruktif, kita bisa saling belajar dan bersama-sama mencari pendekatan yang lebih baik untuk kepolisian dan masyarakat,” ujar Wakapolri Dedi secara virtual dari Jakarta saat peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu, 9 September 2026.

Dia juga mengapresiasi Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, beserta seluruh sivitas akademika Unhas. Menurutnya, Polri punya pengalaman dan pengetahuan praktis dari berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan akademik, metodologi penelitian, serta kekayaan perspektif keilmuan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika atas prakarsa dan komitmen dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian, memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendukung transformasi Polri,” terang Wakapolri Dedi.

Sementara itu, Jamaluddin Jompa juga mengapresiasi terbangunnya kolaborasi yang menurutnya memiliki arti penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan masyarakat. Dia berharap, Pusat Studi Kepolisian Unhas akan bisa menjadi ruang akademik yang hidup, tidak cuma dalam diskusi, namun juga dengan penelitian dan kajian yang memberikan manfaat nyata.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu juga membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” kata Jamaluddin.

Menurutnya, persoalan ini memiliki dimensi hukum, lingkungan, keselamatan masyarakat, serta sosial sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Dia juga menegaskan Unhas selalu terbuka untuk menjadi ruang kolaborasi bagi Polri dan berbagai pihak untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Kita perlu mempertemukan berbagai disiplin ilmu agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dilihat secara lebih utuh dan menghasilkan rekomendasi yang benar-benar bermanfaat,” ujarnya lagi.

Selain Unhas, Polri juga berkolaborasi dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk menghadirkan Pusat Studi Kepolisian.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Pengembangan Ketenagaan UMI, Zakir Sabara mengatakan, kerja sama dengan Polri sudah menjadi komitmen pihaknya untuk membuka kekuatan akademik dan sumber daya perguruan tinggi yang mampu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.

“Prinsip kami sederhana, Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan. Sementara UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas akademik, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Ketika kedua kekuatan ini dipertemukan, kita berharap lahir pengetahuan dan solusi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” kata Zakir.

Dalam persepsinya, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, dan dinamika sosial memang membutuhkan kajian yang tidak terbatas pada satu disiplin ilmu.

“Pusat Studi Kepolisian tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Zakir. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *