Yosep Bikin 7 Napi Kabur Malah Naik Jabatan di Lapas Cibinong, Bagaimana Tanggung Jawab Dirjen PAS?

Kasi Binadik Lapas II A Cibinong, Yoseph John Ferry.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo mengingatkan rekam jejak Yoseph John Ferry di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Yoseph saat ini menjabat Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) di Lapas II A Cibinong. Sebelum menduduki jabatan saat ini, Yoseph menjabat sebagai Kepala Keamanan Rutan Salemba pada 2024.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dan Kepala Lapas Cibinong yang sudah dicopot, Wisnu Hari Putranto di Komplek DPR RI, Senayan, Senin (28/9), Yanuar pun menyoroti fungsi penertiban Dirjen Pemasyarakatan agar mutasi tidak dijadikan ajang konsolidasi, serta promosi tidak berdasarkan atas suka dan tidak suka terhadap sosok tertentu.
Yanuar kembali mempertanyakan kenapa Yoseph malah naik jabatan di LP Kelas IIA Cibinong. “Dimana tanggungjawab pa Dirjen? dalam memutasi, merotasi jabatan seperti ini? Ini enggak main-main,” begitu kata dia di rapat tersebut, dilansir dari akun resmi YouTube DPR RI @TVRParlemen.
Ia pun mendorong agar setiap temuan pelanggaran di Lapas Cibinong tidak hanya berhenti pada sanksi administratif atau penonaktifan jabatan, tetapi juga dibawa ke ranah pidana jika ditemukan unsur kejahatan di dalamnya
Komisi XIII pun terus menyoroti tata kelola pemasyarakatan secara lebih luas menyusul berbagai persoalan yang ditemukan di Lapas Cibinong. DPR bahkan memutuskan untuk menindaklanjuti temuan tersebut melalui kunjungan ke Lapas Cibinong bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Sementara itu, rakyat merasa skeptis dengan pelanggaran ini bakal ditindaklanjuti sebabnya selama ini hanya awal melonjak setelah itu perkaranya adem ayem.
Menurut komen netizen @anditha, promosi jabatan biasanya dinilai bukan dari kinerja tetapi berapa besar jumlah setorannya. Kemenimipas apakah berani pecat pegawainya yang sudah melakukan kesalahan berat seperti itu. Kalau tidak berani pecat masyarakat menjadi tanda tanya besar jangan-jangan memang sudah terstruktur dan memang sudah menjadi lahan basah Kementerian. “Ngeri sekali, kepada siapa kita percaya?” katanya bertanya.
Editor: Hendy



