Wali Kota Syafrin Lepas Dua Anggota PMR Jaksel Menuju Even Internasional Exchange JRCS

progresifjaya.co.id, JAKARTA –Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, lepas keberangkatan dua anggota Palang Merah Remaja (PMR) Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan menuju even internasional Exchange Program with Japanese Red Cross Society (JRCS) di Jepang yang akan berlangsung, 5–11 November 2026 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menuturkan, kedua utusan sebagai perwakilan dari Jakarta Selatan di ajang internasional bisa mendapatkan ilmu serta pelajaran berharga dari Jepang.
“Yang tidak kalah penting adalah mereka bisa belajar bagaimana Jepang dalam melakukan ketangguhan untuk bencana yang dihadapi,” ujarnya di Ruang Gelatik I, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Lebih lanjut dituturkannya, keikutsertaan kedua perwakilan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan pengalaman, khususnya terkait kesetiakawanan sosial, kepemimpinan, kedisiplinan, serta pengenalan budaya.
Syafrin berpesan agar kedua peserta mampu menjadi teladan bagi anggota PMR dan generasi muda lainnya di Jakarta Selatan. Serta menjaga sikap, menjunjung tinggi kedisiplinan, menunjukkan karakter yang tangguh dan berakhlak baik selama mengikuti kegiatan internasional tersebut.
“Jadilah sebagai duta Jakarta Selatan yang memiliki ketangguhan, memiliki akhlakul karimah, dan memiliki jiwa kepemimpinan dalam setiap tim yang diikuti. Jangan takut menyerah, pelajari seluruh hal yang terkait dengan budaya kebaikan di Jepang,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari menyampaikan, setelah melalui tahapan seleksi ketat sejak September 2026, yang melibatkan pelajar dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II serta sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Jakarta Selatan, terpilih Malik dan Davina yang masing-masing berasal dari MTsN 41 Al-Azhar Asy-Syarif dan MAN 4 Jakarta.
Mundari menambahkan, sebelum keberangkatannya kedua peserta telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan secara komprehensif terkait materi yang diberikan mencakup kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), prinsip dasar kepalangmerahan, kepemimpinan, komunikasi efektif, hingga pemahaman lintas budaya.
Selain itu, para peserta juga dibekali wawasan mengenai budaya Betawi sebagai bagian dari persiapan dalam memperkenalkan identitas daerah di kancah internasional.
“Semoga para siswa terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik, membawa amanah nama baik Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, serta menjaga reputasi Palang Merah Indonesia di kancah internasional,” tandasnya.
Editor: Asep Sofyan Afandi



