LIFE STYLE NUSANTARA

Rabitah Alawiyah DPC Kota Pontianak Gelar Halal Bihalal di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

progresifjaya.co.id, PONTIANAK – Kegiatan halal bihalal dalam mengikat silaturahmi dan ukhuwah untuk alawiyin Pontianak dan sekitarnya digelar pada Rabu, 22 April 2026, tepatnya di Istana Kadariah Kesultanan Pontianak.

Acara yang berlangsung Rabu malam tersebut dihadiri para habiaib, tokoh agama dan pemuka masyarakat. Selain itu, juga dihadiri langsung oleh Sultan Pontianak, Sultan Syarif Melvin Alqadri SH., yang juga senator anggota DPD RI dapil Kalimantan Barat (Kalbar).

Di kesempatan itu, beliau sangat mendukung berlangsungnya kegiatan halal bihalal ini untuk ukhuwah dalam kekeluargaan para alawiyin pada umumnya dan kota Pontianak pada khususnya.

Momen yang penuh dengan keberkahan tersebut juga diisi dengan ceramah dan nasehat yang bermanfaat oleh habib Hasyim bin Faris Alkaf selaku penceramah.

Habib Muhammad Arifin bin Hamid Alqadri yang merupakan Ketua Rabithah Alawiyah DPC Kota Pontianak menuturkan dalam momen ini beliau tetap menginginkan agar menjaga adab dan melestarikan silaturahmi antar sesama untuk memperkuat ukhuwah.

“Saya mengucapkan terima kasih tak hingga kepada ketua panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan sukses, serta Sultan Pontianak dengan dukungan dan tempat yang bersejarah, dan segenap pengurus DPC Rabithah Alawiyah Kota Pontianak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua DPW Rabithah Alawiyah Kalimantan Barat, Ir. Habib Abdussalam bin Alwi Alhinduan, MBA., menyampaikan apresiasi, penghargaan kepada panitia lelaksana dan DPC Rabithah Alawiyah Pontianak yang telah melaksanakan acara ini dengan baik.

“Rabithah Alawiyah merupakan salah satu ormas yang cukup tua di Indonesia karena berdiri tahun 1928 setelah Muhammadiyah tahun 1912 dan Nahdhatul Ulama tahun 1924. Kepada audien disampaikan bahwa Rabithah Alawiyah merupakan satu-satunya organisasi yang menaungi keluarga besar Alawiyin, Ba Alawi di Indonesia. Tantangan saat ini dan kedepan cukup besar ada yang bersifat internal dan eksternal,” kata Ketua DPW Rabithah Alawiyah Kalimantan Barat.

Hal yang bersifat internal, ia menyebutkan, antara lain menyamakan persepsi guna memajukan keluarga Alawiyin ke depan dalam mewarisi nilai agama, amaliah, ibadah, sejarah dan akhlakul karimah yang telah diletakkan oleh Aslafunas Shaleh.

Adapun hal yang bersifat eksternal antara lain mampu memilih dan memilah isu-isu yang beredar di masyarakat Indonesia saat ini agar tidak terjebak dan berdampak pada konflik, retaknya ukhuwah islamiyah serta memberikan nilai partisipasi positif dalam memajukan Indonesia yang bersifat heterogen.

“Sehingga dengan adanya halal bihalal in, kita saling memaafkan, menjauhkan sikap ego, perpecahan, salah sangka dan semakin memperkokoh silaturahim kita serta merajut ukhuwah islamiyah yang lebih solid,” pungkasnya. (Sarif)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *