
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho menyematkan selendang kepada santriwati wisudati Pesantren Tahfiz Difabel Baznas (BAZIS) DKI Jakarta di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026) (Ist)
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wisuda tahfiz bukanlah wisuda biasa. Tapi, merupakan sebuah pembuktian nyata bahwa keterbatasan fisik sama sekali bukan penghalang bagi hati, lisan dan pikiran yang terkoneksi langsung dengan Sang Pencipta Allah SWT.
Hal ini dikemukakan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho saat menghadiri wisuda Pesantren Tahfiz Difabel KH. Lutfi Fathullah Baznas (BAZIS) DKI Jakarta yang berlangsung di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, kebayoran Baru, Selasa (30/6/2026).

Para santriwati Pesantren Tahfiz Difabel saat Wisuda. (Ist)
Lebih lanjut Wakil Walikota Ali Murthadho menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus berkomitmen mendukung fasilitas sarana prasana termasuk pendidikan inklusif bagi para difabel untuk selalu terpenuhi.
“Langkah ini sebagai tanggung jawab dalam upaya pemenuhan hak-hak difabel. Diharapkan, para santriwati yang diwisuda untuk terus mengamalkan dan menjaga hafalan Al-Quran di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya penuh harap.

Foto bersama Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho usai acara wisuda Pesantren Tahfiz Difabel KH. Lutfi Fathullah Baznas (BAZIS) DKI Jakarta. (Ist)
Di kesempatan yang sama, Pimpinan Ketua Bidang I Baznas (BAZIS) DKI Jakarta, KH. Nur Alam Bakhtir menambahkan, wisuda santriwati Pesantren Tahfiz Difabel ini adalah sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial melainkan perayaan atas keteguhan hati atas semangat belajar dan keberhasilan luar biasa.
“Dari total 37 santriwati yang menimba ilmu di Pesantren Tahfiz Difabel kawasan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, terdapat 13 orang yang diwisuda,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi



