Sebanyak 269 Murid dari Lima Sekolah di Kabupaten Karo Alami Keracunan MBG, Tanggapan Santai Bupati Karo: “Ini Berita Baik”

progresifjaya.co.id, KARO – Sebanyak 269 murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Para murid mengalami gatal di mulut hingga sesak setelah mengkonsumsi MBG.
Berdasarkan video yang didapat dari sejumlah sumber, tampak kepanikan terjadi di sekolah yang siswanya menjadi korban keracunan yang diduga bersumber dari menu ikan yang disajikan. Tak hanya menggunakan ambulans, ratusan pelajar juga tampak dievakuasi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil pribadi.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan, jumlah siswa SMA yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis terus bertambah. Hingga Kamis (13/8/2025) sore, korban mencapai 269 orang yang diduga keracunan MBG.
Dirincikannya, untuk siswa yang diduga keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi 204 orang, SMA Swasta Bersama 25 orang dan SMK Swasta Bersama 40 orang. Sementara untuk siswa keracunan di 2 SMP masih dalam pendataan Disdik Karo. “Total keseluruhan 269 orang, dan data ini kemungkinan terus bertambah ya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, gejala awal mulut gatal-gatal dan getir. “Gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir gitu, baru ada yang ke kulitnya gatal dan apa namanya, sesak,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus, Kamis (13/8/2026).
Zulkarnain menjelaskan jika menu MBG hari ini adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan dari gulai ikan. “Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol ya, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai, diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu dari siswa, begitu dimakannya, langsung gatal-gatal mulutnya, gitu,” jelasnya.

Namun, di tengah kepanikan yang terjadi akibat banyaknya pelajar yang kondisi kesehatannya terancam akibat keracunan, dianggap santai oleh Bupati Karo Antonius Ginting.
Saat memberikan keterangan usai melihat kondisi para pelajar, Antonius menganggap kondisi pelajar tak mengkhawatirkan. “Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Antonius, di depan RS Amanda Berastagi didampingi Forkopimda Karo saat mengecek langsung kondisi pelajar yang menjadi korban keracunan.
Bahkan, di tengah situasi di mana ratusan anak mendapatkan perawatan medis darurat, Antonius secara kontroversial menyebut insiden tersebut sebagai sebuah ‘berita baik’. “Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,” ungkapnya dilansir dari liputan6.com.

Secara terpisah, Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kasus yang terjadi di Berastagi, termasuk memastikan apakah makanan MBG yang dibagikan sudah dilengkapi label batas waktu konsumsi sesuai ketentuan.
“Aku cek, nanti aku cek, aku belum monitor ya karena ada rapat ini. Nanti aku cek.. Apakah dia sudah ada labelnya atau belum, apa segala macam akan kita cek, kita investigasi,” kata Sudaryono saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Sudaryono menegaskan, setiap laporan keracunan MBG akan langsung ditindaklanjuti dengan investigasi. BGN juga dapat menghentikan operasional dapur yang bermasalah hingga mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Tapi yang jelas semua keracunan itu kita langsung suspensi dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi. Kemudian kalau perlu.. kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya kepala SPPG-nya pun bisa kita pecat, dapurnya kita tutup permanen,” tegas dia. (Red)



