Hadiri Pengajian Rutin Ulama dan Umaroh, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Pengajian Rutin Ini Kita Niatkan sebagai Upaya Meneguhkan Ukuwah Persaudaraan Antara Ulama dan Umaroh

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Walikota Jakarta Pusat Arifin menghadiri Pengajian Rutin Tingkat Kota Jakarta Pusat Ulama dan Umaroh di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) M. Mashabi, Jalan KH. Mas Mansyur No. 1, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Kegiatan pengajian rutin bulanan antara ulama dan umaroh yang dilaksanakan bertepatan di wilayah Kecamatan Tanah Abang berlangsung khidmat dengan tema “Meneguhkan Ukhuwah Dalam Semangat Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” dihadiri Ketua Fuhab KH Luthfi Djawawi, Ustadz Fikry Maulana Kamal Yusuf, para camat, Dewan Kota Rezalino Zaini, lurah dan kepala seksi.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan pengajian ini kita niatkan sebagai dari upaya meneguhkan ukhuwah persaudaraan antara ulama dan umaroh serta pemerintah dengan masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah di anugerahkan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia.

Ia menyampaikan, kemerdekaan adalah amanah besar bukan hanya kebebasan dari penjajahan tetapi juga tanggung jawab untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai keadilan,persatuan dan kesejahteraan.
“Ilmu agama yang diajarkan oleh para ulama adalah bekal berharga bagi kita semua. Sementara ilmu pemerintahan dan sosial yang dijalankan oleh para umaroh merupakan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan ilmu kita dapat memahami ajaran Islam secara lebih luas dan komprehensif sekaligus menguatkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta menghadiahi tantangan zaman, mengelola kota dengan bijak sekaligus menjaga persatuan bangsa,” ujar Arifin.
Arifin mengatakan, ulama memberikan cahaya moral sedangkan umaro memberikan arah kebijakan dan masyarakat menjadi pelaku utama membangun ketiganya harus bersatu dalam semangat ukhuwah cinta tanah air.

“Pengajian ini bukan sekedar formalitas melainkan kebutuhan hati. Sebab, pada akhirnya tugas melayani masyarakat akan terasa ringan dan bermakna jika dimulai dari hari yang jernih, jiwa yang bertaqwa serta akal tercerahkan oleh ilmu,” ungkapnya.
Ia berharap doa dan nasihat para ulama dapat menjadi penuntun dalam menghadapi permasalahan kota sehingga setiap kebijakan yang diambil senantiasa berpihak pada kemaslahatan warga.
“Mari kita jadikan momentum pengajian ini sebagai sarana meneguhkan ukuwah dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen kita untuk terus menuntut ilmu,” tandasnya.
Penulis/Editor: Fari. K



