MEGAPOLITAN

Tinjau Penataan Kawasan Taman Sumenep dan Kali Gresik, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Taman Sumenep Akan Menjadi Ruang Publik Asri dan Natural

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suprayogie, Camat Menteng Nurhelmi Savitri, Kepala Suku Dinas Jakarta Pusat Mila Ananda, Kepala Bagian PLH Martua Sitorus dan Lurah Menteng Indrawan meninjau Penataan KawasanTaman Sumenep dan Kali Gresik di Jalan Dukuh Atas Kelurahan Menteng Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat
Jumat (18/9) pagi.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan kepada Sudin Tamhut Jakarta Pusat untuk segera menyusun master plan atau rencana induk revitalisasi Taman Sumenep. Langkah ini diambil untuk mengharmonisasikan penataan taman dengan pengelolaan saluran air Kali Gresik serta melibatkan berbagai perangkat daerah terkait guna menciptakan ruang publik yang natural, asri, dan fungsional bagi masyarakat.

“Revitalisasi tidak hanya berfokus pada aspek pertamanan tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektor karena keberadaan taman yang berbatasan langsung dengan aliran Kali Gresik,” ujarnya.

Arifin mengatakan, untuk merevitalisasi taman tersebut memerlukan anggaran yang cukup signifikan. maka dari itu perlu dilakukan rapat untuk membahas alokasi dana dari masing-masing satuan perangkat daerah.

“Kita ingin tempat ini ramai dikunjungi, anak-anak bisa bermain, dan masyarakat bisa menikmati taman yang tertata rapi, natural, dan bebas dari masalah lingkungan,” ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat Mila Ananda mengungkapkan, Taman Sumenep merupakan program prioritas revitalisasi.

“Pada tahun 2026 ini, kami sedang menjalani tahap ‘X-Minus 1’ atau penyusunan konsep awal. Awalnya, konsep direncanakan hanya mencakup area dari pintu masuk dekat Jalan Sudirman hingga area Car Free Day (CFD) karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Mila menjelaskan penataan dilakukan secara menyeluruh, pihak Sudin Tamhut Jakarta Pusat berkomitmen untuk memperluas cakupan desain hingga ke area pusat penjualan ikan hias (CPG) di ujung taman.

“Kami akan upayakan membuat konsep yang inline atau selaras dengan tema keseluruhan taman. Layout total tidak akan berubah drastis karena kawasan ini memanjang mengikuti aliran badan air, namun akan ada pemercantik dan penambahan sarana prasarana.

Ia merinci bahwa prioritas utama pelaksanaan fisik yang dijadwalkan pada tahun 2027 adalah revitalisasi jembatan yang menjadi ikonik di taman tersebut. Penguatan struktur dan beautifikasi jembatan akan dilakukan, disertai penambahan fasilitas duduk untuk mengakomodasi pekerja kantor sekitar yang ingin beristirahat , pedestrian akan diselaraskan warnanya dengan tema taman melalui koordinasi dengan Suku Dinas Bina Marga, meskipun tidak ada perubahan struktur jalan.

“Revitalisasi ini juga melibatkan sinkronisasi dengan instansi lain. Sudin Tamhut Jakarta Pusat akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) terkait rencana revitalisasi turap dan bangunan Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air, serta menyesuaikan peletakan beberapa bangunan milik Badan Daya Air agar menjadi satu kesatuan visual yang harmonis,” tandasnya.

Penulis/Editor: Fari. K

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *