EKONOMI & BISNIS HUKUM & KRIMINAL NUSANTARA

Jurnalis Hukum Bandung Berkunjung ke Pokdakan MINA Kahirupan Abadi di Blok Cinyungcung Kabupaten Tasikmalaya

progresifjaya.co.id, TASIKMALAYA  – Perkumpulan. Jurnalis Hukum Bandung melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) MINA Kahirupan Abadi yang berlokasi di Blok Cinyungcung, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026).

Kunjungan JHB ini dalam rangka menyambut HUT Jurnalis Hukum Bandung yang ke 7 tahun  pada 1 Oktober 2026.

Rombongan Jurnalis Hukum Bandung (JHB) berangkat dari Bandung dengan kendaraan roda dua motor dan langsung mengunjungi lokasi budi daya ikan di Pokdakan MINA Kahirupan Abadi diatas lahan sekitar 2 hektar tersebut.

Tim jurnalis yang tergabung di JHB meninjau secara langsung aktivitas budi daya perikanan serta potensi alam yang menunjang di Pokdakan MINA Kahuripan Abadi.

Ketua JHB, Suyono menyebutkan kunjungan JHB ini merupakan rangkaian kegiatan HUT JHB yang ke 7 tahun. Dan, kunjungan ini juga merupakan program JHB Peduli Ekonomi Kerakyatan, yang bertujuan melihat langsung potensi usaha masyarakat desa sekaligus memahami aspek hukum dan regulasi usaha perikanan rakyat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas penyambutan dari pengurus dan diberi kesempatan untuk berkunjung serta melihat secara langsung pengelolaan dan aktivitas di Pokdakan ini,” ujar Suyono.

Menurut Suyono, JHB melakukan kunjungan ke Pokdakan ini karena pengurus dan anggota pengelolaan budi daya ikan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi ini, ada juga yang berprofesi sebagai jurnalis.

“Pokdakan MINA Kahirupan ini memiliki potensi yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Bagi teman-teman JHB yang ingin Investasi ini juga dapat meningkatkan penghasilan,” ujarnya.

“Semoga apa yang dilakukan dan tujuan besar Pokdakan MINA Kahirupan Abadi dalam mengembangkan budi daya ikan dan pertanian terpadu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” pungkas Suyono.

Sementara, Manajer Pokdakan MINA Kahirupan Abadi, Faisal Amirudin menyambut baik kunjungan dari rombongan Jurnalis Hukum Bandung (JHB).

Isal -sapaan akrabnya-, menjelaskan binaan Pokdakan MINA Kahuripan Abadi terdiri dari 20 kolam ikan yang tersebar di wilayah desa. Selama ini, siklus panen ikan 4 bulan sekali, dengan kapasitas panen 1 ton.

Selain fokus pada budi daya perikanan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi juga tengah melakukan budidaya lain yang sehingga bisa mengembangkan pertanian terpadu.

Menurut Isal, tujuan besar kelompok ini tidak bisa diraih secara instan. Salah satu langkah awal yang telah dirampungkan adalah penyediaan sumber air.

“Kami baru saja menyelesaikan sumber air. Kami membangun saluran sejauh 100 meter yang menembus area perbukitan. Dari proses itu, kami belajar bahwa ketika kita membuka diri dan mau berkolaborasi, bantuan datang dari mana-mana,” ujarnya saat memberikan kata sambutan kunjungan JHB.

Pada kesempatan ini, dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Kini, air sudah mengalir hingga ke kolam-kolam ikan di sini dengan ukuran pipa 6 inci atau sebesar paha orang dewasa. “Cukup untuk memenuhi kebutuhan di sini,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku masih ada pekerjaan rumah besar berikutnya, yakni akses jalan. Isal menjelaskan, saat ini kendaraan roda dua belum bisa masuk dengan leluasa. Padahal, akses jalan sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil panen, pakan, dan berbagai kebutuhan lainnya. “Membuka akses jalan ini menjadi PR kita ke depan. Selama ini masih jadi kendala,” katanya.

Selain jalan, Pokdakan MINA Kahirupan Abadi juga tengah merencanakan sumber energi mandiri. Mereka mengupayakan listrik dari energi terbarukan, seperti mikro hidro, PLTA, atau tenaga surya.  “Yang pertama akses jalan, yang kedua sumber listrik. Itu opsi-opsi yang akan kami lakukan ke depan,” papar Isal.

Isal menambahkan, potensi alam di kawasan tersebut sangat besar. Bahkan di musim kemarau, air masih melimpah. Hal inilah yang membuat pihaknya optimistis mimpi besar mewujudkan kawasan pertanian bisa terwujud. “Ini bukan keinginan seorang, tapi keinginan kolektif masyarakat. Ketika kawasan ini terwujud, akan banyak masyarakat terlibat, terjadi transaksi ekonomi, agrobisnis di sini,” harapnya.

Pihaknya pun membuka diri seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk jurnalis dan para investor yang memiliki ketertarikan terhadap hasil budi daya perikanan. “Intinya kami ingin memaksimalkan potensi yang ada di kampung kami. Tidak ada lagi yang bisa memajukan desa selain masyarakatnya sendiri,” pungkas Isal.

Kunjungan JHB ke Pokdakan MINA Kahirupan Abadi diharapkan menjadi jembatan silaturahmi yang membawa keberkahan, sekaligus mendorong terwujudnya mimpi menghubungkan kawasan pertanian terpadu di Desa Selawangi, Kabupaten Tasikmalaya.

Penulis/Editor: Yono

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *