Tetap Jaga Hubungan dengan Keluarga: Diam-diam Kapolri Suyudi Nyekar ke Makam Leluhurnya di Banten

progresifjaya.co.id, PANDEGLANG – Diam-diam Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyempatkan diri berziarah ke makam kakek dan neneknya di Pandeglang dan Lebak, Banten, Minggu (4/10). Kunjungan nyekar ke makam leluhurnya saat orang nomor satu di institusi Polri itu menghadiri undangan pernikahan anak anggota DPRD setempat di Hotel Aston, Serang.
Di Pandeglang Suyudi ziarah ke kompleks makam keluarga besar Mandala Kadupinang, Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo. Kunjungan ke makam tersebut, memang tidak direncakan dan diagendakan. Jadi masyarakat dan wartawan tidak ada yang mengetahui.
Menurut seorang kerabatnya di Pandeglang, Tubagus Hikmat, Suyudi datang ke Banten memenuhi undangan pernikahan anak anggota dewan di Hotel Aston, Serang. Namun sebelumnya Suyudi menyempatkan nyekar ke makam kakeknya tersebut. Kunjungan berziarah ke makam itu menjadi bagian dari kedekatan Suyudi dengan tanah kelahiran dan keluarga besarnya di Pandeglang.
Kapolri datang bersama rombongan yang didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Henki dan Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan. Kedatangannya berlangsung singkat sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Serang. “Iya, tadi mengunjungi makam, ziarah sebentar saja, enggak lama,” kata Hikmat dikutip Senin (5/10).
Meski singkat, kunjungan tersebut memperlihatkan hubungan Suyudi dengan keluarga besarnya di Pandeglang yang tetap terjaga di tengah perjalanan kariernya di kepolisian.
Dari jalur keluarga, Pandeglang memiliki posisi penting dalam kehidupan Suyudi. Sejumlah kerabat menyebut keluarga Suyudi dari pihak ibunya berasal dari Kampung Kadupinang, sementara keluarga dari jalur ayah juga memiliki keterkaitan dengan wilayah Pandeglang.
Suyudi merupakan putra pasangan Haji Mardi dan Hajah Mardiyati. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Informasi mengenai keluarga inti tersebut juga pernah disampaikan kerabat keluarga ketika menceritakan akar keluarga Suyudi di Banten.
Jejak keluarga di Pandeglang tidak hanya menjadi bagian dari silsilah, tetapi juga menjadi ruang bagi Suyudi untuk kembali berziarah dan bersilaturahmi. Sejumlah pemberitaan menyebut Suyudi sejak kecil kerap berkunjung ke rumah keluarga besarnya di Banten meskipun sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Jakarta.
Khusus dari jalur kakek, keluarga Suyudi diketahui memiliki akar di wilayah Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo. Kompleks makam keluarga di Kadupinang juga berkaitan dengan sejumlah leluhur yang dikenal masyarakat setempat.
Setelah selesai berziarah, Suyudi bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Serang untuk menghadiri agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Setelah menghadiri undangan pernikahan anak anggota dewan Suyudi menyempatkan berziarah ke makam neneknya di Kampung Lebakpicung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Nenek mantan Kapolda Banten Almh Hj Beti Anjani merupakan warga asli Lebak yang dimakamkan tidak jauh dari kediamannya. Usai ziarah Suyudi selanjutnya betolak kembali ke Jakarta.
“Ya, bapak Kapolri ziarah ke makam kakek dan nenek beliau di Lebakpicung. Leluhur beliaukan asli Lebak dan Pandeglang,” kata Kasi Humas Polres Lebak Iptu Mustofa.
Ia mengatakan, Kapolri berada di Rangkasbitung sekira setengah jam untuk berziarah ke makam nenek dan kakeknya. Ziarah dilakukan Kapolri, kata Mustofa sering dilakukan. Bahkan, saat menjadi Kapolda Banten. “Beliau itu sering ziarah ke makam kakek dan nenek beliau,” ujar Mustofa.
Mustofa mengatakan, seluruh jajaran Polres Lebak bangga dengan dilantiknya Jedral Suyudi sebagai Kapolri. Sebab, Suyudi merupakan keturunan warga Lebak. “Kami sangat bangga atas beliau jadi Kapolri. Ini sangat memotivasi kami untuk dapat memberikan pelayan prima kepada masyarakat seperti melindungi, mengayomi dan melayani masyarajat,” katanya.
Penulis/Editor: Isa Gautama



