Pimpin Monitoring Evaluasi Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin: Peran Lurah Sangat Penting untuk Menyadarkan Masyarakat dalam Pengurangan Sampah di Wilayah

progresifjaya.co.id, JAkARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bersama Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup H. Slamet Riyadi dan Kepala Bagian Pembangunan Lingkungan Hidup Martua Sitorus melaksanan kegiatan rapat monitoring evaluasi pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat yang diikuti oleh para Camat, para Lurah beserta unsur terkait yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Arifin bertempat di Ruang Serba Guna Besar, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I No.1 Gambir, Rabu (7/10).
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyampaikan menurut data yang diterima hasil pengolahan dan pemilahan sampah harus sesuai kenyataan serta benar-benar terjadi di setiap wilayah.

“Data konkretnya, faktanya, realitas, data pengolahan dan pemilahan sampah benar-benar terjadi di masyarakat. Nantinya saya akan melihat sendiri ke setiap wilayah,” ungkapnya.
Arifin menekankan pemilahan dan pengolahan sampah terus dilakukan dan para Lurah harus meninjau secara langsung pengelolaan dan bank sampah di wilayahnya.
“Kalau semua wilayah sudah berjalan pemilahan maka jumlah sampah anorganik lebih banyak yang masuk ke bank sampah. Kalau masih sama berarti tidak jalan. Peran Lurah sangat penting untuk menyadarkan masyarakat dalam pengurangan sampah di wilayahnya,” tegas Arifin.

Ia kembali menegaskan para Lurah punya berbagai strategi untuk bisa mengkolaborasikan penanganan sampah baik yang sifatnya organik maupun non-organik.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat H. Slamet Riyadi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi para Camat, para Lurah, RT, RW, BPS RW, yang sudah melakukan upaya pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
“Data yang dikumpulkan dari TPS Bantargebang bahwa pembuangan sampah di wilayah Jakarta Pusat menurun,” ucapnya.

H. Slamet menuturkan pada bulan Januari 2026 rata-rata per hari 886 ton, sejalan dengan upaya pemilahan sampah Jakarta Pusat di bulan September sebanyak 670 ton per hari.
“Ada pengurangan 200 ton per hari.
Mari terus tingkatkan pengelolaan dan pemilahan sampah supaya konsistensi kita bisa terus berjalan,” ungkapnya.
Penulis/Editor: Fari. K



