Lantik 1.882 Pejabat Baru: Gubernur Pramono Pastikan Posisi Strategis Terisi, Pelayanan Publik Berjalan Optimal

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 1.882 pejabat administrator, pengawas, ketua subkelompok, pejabat fungsional, hingga kepala sekolah di halaman Balai Kota Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan, pelantikan besar-besaran ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang sempat berlangsung lama di lingkungan Pemprov DKI.

“Saya ucapkan selamat kepada 1.882 pejabat administrator, pengawas, ketua subkelompok, kepala sekolah, dan seluruh pejabat fungsional. Dengan dilantiknya pada hari ini 1.882, ditambah dua minggu yang lalu sejumlah pejabat 2.700 telah dilantik di Balai Kota ini,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Dari total pejabat yang dilantik hari ini, 686 merupakan pejabat administrator, pengawas, dan ketua subkelompok. Sementara 523 pejabat fungsional diangkat melalui mekanisme pengangkatan pertama, termasuk jabatan pindahan dari 20 jenis jabatan di 14 perangkat daerah. Selain itu, 673 guru fungsional resmi ditugaskan sebagai kepala sekolah negeri.
Pramono menegaskan, pengisian besar-besaran ini dilakukan untuk mengatasi kekosongan jabatan yang sempat berlangsung lama. Pramono bersama Wakil Gubernur DKI, Rano Karno berkomitmen memastikan seluruh posisi strategis terisi agar pelayanan publik berjalan optimal.
“Pemerintah DKI Jakarta secara serius sungguh-sungguh mengisi seluruh pejabat yang ada. Memang sempat lama terjadi kekosongan, dan saya dan Bang Doel beserta jajaran, kita memang berkeinginan untuk semuanya segera kita isi,” ungkap Pramono.

Dalam sambutannya, Pramono juga menyinggung sejumlah capaian kinerja Pemprov DKI selama sembilan bulan terakhir. Ia menyampaikan, Jakarta naik dari peringkat 74 menjadi 71 dalam Global City Index, sejalan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, stabilnya inflasi, dan tumbuhnya investasi.
Meski demikian, Pramono mengingatkan tantangan ketimpangan sosial masih perlu ditangani serius. Ia menyoroti meningkatnya rasio gini Jakarta pada 2024 yang mencapai 0,423. “Ini harus dijawab dengan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan, terutama percepatan penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga,” ucap dia.
Khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Pramono meminta mereka memperkuat mutu pendidikan, memastikan sekolah aman dan bebas dari kekerasan. “Tingkatkan mutu pembelajaran, optimalkan peran guru, dan pastikan sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan,” ujar dia.

Selain itu, kepala sekolah yang baru dilantik juga perlu menggunakan dana BOS secara akuntabel dan memberikan pengawasan terhadap program KJP Plus, KJMU. Sementara kepada pejabat fungsional, Pramono berpesan agar mereka terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan pekerjaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menjelang akhir tahun, Pramono mengingatkan seluruh aparatur DKI untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, polusi udara, penurunan muka tanah, maupun persoalan sampah.
Penulis: Fari. K



