Survei Lemkapi: 83,5 Persen Masyarakat Percaya Program Polri Bersama Masyarakat Bawa Perubahan

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan.
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Program Kapolri, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto bertajuk Polri Bersama Masyarakat mendapat respons positif dari masyarakat. Hasil survei nasional Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mencatat, sebanyak 83,5 persen responden percaya program tersebut akan membawa perubahan besar bagi institusi Polri.
Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan mengatakan, tingginya tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap arah pembenahan Polri melalui program yang berorientasi pada kebutuhan publik.
Menurutnya, program Polri Bersama Masyarakat dinilai punya pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama melalui sejumlah agenda prioritas seperti pemberantasan narkoba, pemberantasan judi online, perbaikan pelayanan publik, serta optimalisasi layanan darurat Call Center 110 dan SPKT yang ramah masyarakat.
“Kita optimistis, program Kapolri Suyudi, Polri Bersama Masyarakat bakal membawa Polri semakin baik dan dicintai masyarakat. Saya berharap ke depan program Kapolri ini semakin melekat dan mendapat tempat di hati rakyat,” ujar Edi Hasibuan, Jumat, 30 Oktober 2026.
Survei yang dilaksanakan pada 17–28 Oktober 2026 tersebut melibatkan 800 responden melalui jaringan mahasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 3 persen.
Selain 83,5 persen responden yang menyatakan percaya, survei tersebut mencatat 12,1 persen masyarakat belum sepenuhnya yakin program tersebut akan membawa perubahan.
Keraguan itu antara lain didasari pertimbangan bahwa Kapolri baru menjalankan tugas belum genap satu bulan. Sementara itu, sebanyak 4,4 persen responden tidak memberikan pendapat.
Edi Hasibuan yang merupakan anggota Kompolnas periode 2012–2016 menilai, hasil survei tersebut menjadi gambaran adanya harapan masyarakat terhadap perubahan di tubuh kepolisian. Dia juga menyebut respons positif yang muncul sejak program tersebut dicanangkan bisa menjadi modal penting bagi Polri dalam melakukan pembenahan.
“Kami melihat respons positif masyarakat. Sejak Program Polri Bersama Masyarakat digaungkan, banyak masyarakat menyambut baik dan berharap ada perubahan besar di tubuh Polri. Ini menjadi modal besar dalam membenahi Polri,” kata Edi.
Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi) ini juga menambahkan, kepercayaan publik perlu dijawab melalui pelaksanaan program secara konsisten. Pemberantasan narkoba dan judi online, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kemudahan masyarakat mengakses layanan kepolisian menjadi sejumlah aspek yang diharapkan bisa dirasakan langsung manfaatnya.
Dengan begitu, program Polri Bersama Masyarakat diharapkan tak kan berhenti pada pencanangan, namun juga diwujudkan melalui langkah nyata dan pelayanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Bembo)


