NUSANTARA TNI & POLRI

Tinjau Wilayah Banjir di Aceh Tamiang, Wakapolri Tegaskan Janji Polri untuk Bantu Maksimal Pulihkan Daerah Terdampak

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan peninjauan ke daerah terdampak banjir di Aceh Tamiang.

progresifjaya.co.id, ACEH TAMIANG — Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Rabu, (3/12). Peninjauan ini dilakukan dengan menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Setibanya di Aceh Tamiang, Wakapolri Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi dan didampingi menuju posko bantuan Kementerian Sosial.

Dalam peninjauan ini, Wakapolri Dedi ingin memastikan penanganan darurat bisa berjalan optimal dan juga sekaligus mendata kebutuhan mendesak masyarakat. Mulai dari air bersih, air minum, pakaian, hingga truk pengangkut logistik dari pelabuhan menuju titik-titik pengungsian.

Setelah itu Wakapolri Dedi melakukan dialog dengan Kapolres dan Kapolsek setempat. Dia juga ingin memastikan seperti apa kondisi jajaran Polri di wilayah terdampak. Dan setelah mengetahui kebutuhan personel di wilayah terdampak adalah pakaian dinas lapangan (PDL), dia langsung menjanjikan pengiriman 600 stel PDL guna mencukupi kebutuhan personel di Polres Aceh Tamiang.

Dalam peninjauan di posko ini, Wakapolri Dedi juga memberikan arahan terkait pengoperasian kendaraan taktis Brimob. Tak terkecuali juga pengiriman alat khusus berupa unit water treatment dan water jet untuk membantu pemenuhan kebutuhan air layak pakai bagi warga.

“Kita akan mengelola sumber-sumber air yang ada, kemudian diolah melalui water treatment sehingga bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan water jet itu menggunakan metode dari udara untuk menghasilkan air yang siap digunakan,” jelas Wakapolri Dedi.

Selain itu, dia juga menyampaikan sejumlah langkah konkret yang akan segera dilakukan Polri untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang.

“Kalau untuk logistik, setiap hari tetap akan dikirim. Besok kami akan mengirim 16 ton logistik untuk kebutuhan masyarakat di Aceh Tangguh,” jelas Jenderal bintang tiga asal Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 ini.

“Pak Bupati nanti sebagai leading sector terdepan dalam penyaluran distribusi. Khususnya buat masyarakat Tugiran yang saat ini masih sangat sulit dan terisolir. Pak Bupati juga tadi sudah meminta tambahan alat transportasi berupa truk. In Syaa Allah akan saya komunikasikan dengan Kapolda Sumut. Yang saya tahu Polda Sumut punya beberapa truk yang bisa kita dorong ke Aceh Tangguh,” imbuhnya.

Turunkan Bantuan Logistik

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan peninjauan ke daerah terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Dari posko, peninjauan Wakapolri Dedi selanjutnya adalah kompleks Pendopo Bupati. Pendopo ini sebelumnya terendam banjir berkedalaman lebih dari dua meter. Di lokasi ini, istri Bupati Aceh Tamiang yang sedang membersihkan bangunan bergegas menghampiri Wakapolri Dedi sembari menahan haru. Dan kepadanya, Wakapolri Dedi pun menegaskan lagi komitmen Polri untuk semaksimal mungkin membantu pemulihan daerah terdampak di Aceh Tamiang.

Di area pendopo ini juga Wakapolri Dedi menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk didistribusikan kepada warga melalui perangkat desa. Beberapa warga yang hadir menyatakan rasa syukurnya dan berharap bantuan yang lebih banyak bisa segera dikirimkan.

Usai dari pendopo, Wakapolri Dedi kemudian lanjut bergerak ke gudang logistik. Di tempat ini, seorang Bhayangkari langsung mendatangi Wakapolri Dedi sembari menangis dan mengatakan asrama polisi tempat dia tinggal rusak parah. Dan lebih ironisnya, dia juga mengaku tidak punya keluarga di Aceh Tamiang. Kepada Bhayangkari ini Wakapolri Dedi pun berusaha menenangkan. Dia juga memberikan keyakinan
dan rasa optimis bahwa bantuan untuk anggota Polri serta keluarganya akan segera datang.

Setelah seluruh fase peninjauan usai dilakukan, Wakapolri Dedi kembali titik heli Polri dan bertolak ke Kualanamu untuk melanjutkan agenda peninjauannya ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *