Pertimbangkan Dua Aspek, Polda Metro Jaya Tangguhkan Penahanan TikToker Figha Lesmana
progresifjaya.co.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya resmi memutuskan untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap TikToker Figha Lesmana alias FL terkait konten ajakan pelajar melakukan aksi unjuk rasa. Keputusan ini diambil berdasarkan dua alasan yaitu kemanusiaan dan penyidikan.
“Pertimbangan pertama adalah soal kemanusiaan. Kemudian pertimbangan kedua yakni penyidikan. Dari sisi kemanusiaan, kami perlu sampaikan bahwa penyidik mempertimbangkan yang bersangkutan adalah seorang ibu yang punya putra masih berusia balita,” terang Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, Kamis, (9/10).

Menurut Kapolda Kang Asep ‘Sniper’, sebagai seorang ibu, FL punya tanggung jawab pembinaan dan pengasuhan terhadap putranya. Oleh sebab itu, penyidik memutuskan untuk menangguhkan penahanan.
FL juga, lanjut Kapolda Kang Asep ‘Sniper’, oleh penyidik juga dinilai punya komitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan selama proses penangguhan tersebut. Langkah ini oleh penyidik dinilai penting untuk penegakan hukum.
“Dari aspek penyidikan, dalam hal ini seluruh keterangan yang diperlukan oleh penyidik sudah diproses maksimal. Yang bersangkutan FL juga sudah bersikap koorperatif selama menjalani proses pemeriksaan,” Kapolda Kang Asep ‘Sniper’ berujar.
“Langkah ini juga jadi bagian penting dari upaya Polri untuk menegakkan hukum dengan berkegiatan humanis, profesional, serta tetap mengikuti asas keadilan dan berkemanusiaan,” sambungnya lagi.
Seperti diketahui, TikToker Figha Lesmana alias FL ditangkap Polda Metro Jaya akibat konten ajakan untuk para pelajar melakukan aksi unjuk rasa. Ajakan tersebut dilakukan FL melalui live di akun TikTok @FG pada tanggal 25 Agustus 2025 lalu.

Unggahan tersebut ditampilkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya. Dalam unggahan tersebut, FL terlihat mengajak mahasiswa hingga pelajar SMK untuk turun aksi. Dia juga mengajak influencer untuk menyuarakan pembubaran DPR dan menurunkan Menkeu Sri Mulyani.
“Yang melihat penonton atau viewers-nya ada sekitar 10 juta. Mereka ikut mempromosikan ajakan kepada anak-anak sekolah untuk turun melaksanakan aksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi beberapa waktu lalu. (Bembo)



