OLAHRAGA

Larry Bird (1979 – 1992), Sejarah Jersey Boston Celtics Nomor 33

Larry Bird.

progresifjaya.co.id, JAKARTA – Larry Bird adalah legenda Boston Celtics yang bermain selama 13 musim (1979-1992) di kompetisi NBA. Dia juga memimpin timnya meraih tiga gelar juara NBA (1981, 1984, 1986). Pemain kelahiran Indiana, 7 Desember 1956 setinggi 2,06 meter ini akan selalu diingat dan diakui sebagai salah satu yang terhebat dalam semua permainan basketnya, dan mungkin juga yang tergesit clutch.

Tumbuh besar di French Lick, Indiana, Larry Bird adalah bintang bola basket lokal. Awalnya, pada tahun 1974, dia menandatangani kontrak untuk bermain bola basket perguruan tinggi di bawah pelatih terhormat Indiana Hoosiers, Bob Knight yang kemudian digantikan oleh Bill Hodges. Namun, Larry Bird keluar setelah satu bulan dan kembali ke French Lick untuk kuliah di perguruan tinggi setempat.

Di tahun berikutnya, Larry Bird kuliah di Indiana State University dan bermain selama tiga tahun untuk tim Sycamores. Di tahun kedua kuliahnya, Boston Celtics memilih Larry Bird yang berada di urutan 6 dalam keseluruhan draft NBA musim 1978. Tawar menawar kolektif draft NBA pun dipublish oleh Manajer Umum legendaris Boston Celtics, Red Auerbach. Dia mengizinkan Larry Bird dan agennya untuk mendapatkan kontrak rookie yang memecahkan rekor dari Boston Celtics dalam proses tersebut. Setelah bersepakat, Larry memilih kembali kuliah dan baru masuk NBA pada musim 1979.

Saat tahun terakhir kuliahnya di Indiana State pada tahun 1979, Larry Bird bikin prestasi dengan membawa timnya Sycamores melewati musim reguler NCAA Basketball (kompetisi bolabbasket antarperguruan tinggi di Amerika Serikat) tanpa kekalahan. Catatan rekor menang – kalahnya adalah 33 – 0.

Pertandingan final NCAA melawan Unversitas Negeri Michigan yang dimotori lawan rival masa depannya di NBA, Ervin “Magic” Johnson jadi hidangan penutup terbaik untuk mengakhiri musim tersebut. Sekaligus juga jadi penanda dimulainya persaingan kedua pemain sepanjang karier bermain basketnya yang lebih dari satu dekade.

Cuma sayang, ketika tampil di final Larry Bird bersama timnya Sycamores justru mejan tak berdaya. Kekalahan perdana dalam satu musim kompetisi akhirnya didapat dan bikin rekor menang kalah menjadi 33 – 1.

Meski begitu, pada tahun itu juga Larry Bird diganjar Perhargaan Naismith dan Perhargaan Wooden untuk atlet pria bola basket terbaik tingkatan mahasiswa. Dia juga meninggalkan kampus dengan prestasi sebagai pemegang rekor tertinggi kelima untuk poin di tingkatan NCAA dan menghasilkan rata-rata 30,3 poin per gim, 13,3 rebound per gim dan 4,6 assist per gim.

Mainkan Dua Posisi Forward

Larry Bird.

Larry Bird memasuki kompetisi NBA pada musim 1979–1980. Dia yang sama baik bisa memainkan posisi small forward dan power forward punya pengaruh kuat terhadap ritme permainan tim. Bahkan terkesan jadi jelmaan katrol yang fungsinya mengangkat performa Boston Celtics hingga mampu menang 32 lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya. Namun laju impresif Boston Celtics pada musim tersebut mentok di babak playoff saat final konferensi.

Selama 13 tahun (13 musim) berkarier di NBA, Larry Bird menghabiskan sepenuhnya bersama Boston Celtics. Sampai dia bisa bermain di lima Final NBA serta tiga kejuaraan NBA. Perjalanan sebagian besar penampilannya itu juga dimainkan Larry Bird barengan dengan forward Kevin McHale dan center Robert Parish. Sebagian orang bahkan sampai menganggapnya sebagai formasi pemain ofensif terbaik dalam sejarah NBA.

Selanjutnya lagi, sebagai pemain berstatus 12 kali All-Star NBA yang juya memenangi dua penghargaan MVP Final NBA, Larry Bird juga dinobatkan sebagai satu-satunya forward dalam sejarah NBA yang tiga kali beruntun bisa meraih penghargaan Pemain Paling Berharga NBA (1984 – 1986).

Selain itu, sebagai anggota “Dream Team” bola basket Olimpiade AS 1992, Larry Bird juga tergabung dengan superstar lainnya seperti Michael Jordan, Magic Johnson, Patrick Ewing, dan Scottie Pippen untuk meraih medali emas. Tapi “Dream Team” ini juga punya catatan spesial dan prestisius untuk mendapatkan medali emas. Seluruh lawan yang dihadapi selama turnamen dikalahkan dengan rata-rata 44 poin .

Catatan lainnya lagi, Larry Bird pun sampai dua kali dilantik untuk masuk ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame. Pelantikan pertama sebagai pemain individu di tahun 1998. Kemudian pelantikan yang kedua pada tahun 2010 sebagai anggota “Dream Team”. Sebelumnya, dia juga terpilih untuk masuk dalam daftar 50 Pemain Terhebat dalam Sejarah NBA di tahun 1996. Ulangan peristiwa serupa terjadi lagi pada 2021 ketika dirinya masuk daftar Tim Terbaik Boston Celtics saat perayaan HUT Boston Celtics yang ke-75 tahun.

Larry Bird saat berjumpa Magic Johnson dalam seragam Boston Celtics dan LA Lakers. Rivalitas kedua pemain berlangsung lebih dari satu dekade dan dimulai sejak masih mahasiswa pada kompetisi NCAA Basketball.

Sebagai pemain serbaguna yang bisa mengisi dua posisi forward, kapabilitas permainan Larry Bird harus diakui sama baik. Ditambah lagi dia punya kemampuan menembak, umpan, dan rebound yang luar biasa. Terbilang nyaris sempurna.

Untuk penobatan dirinya sebagai salah satu pemain pertama di NBA yang memanfaatkan garis tiga poin yang baru diadopsi pun dianggap sudah sahih. Bukan jadi kejutan lagi, bahkan saat mendengar publikasi penilaian Fox Sports tentang Larry Bird yang dianggap sebagai small forward NBA terhebat sepanjang masa pada tahun 2016.

Pemain yang karib dipanggil “Larry Legend” ini juga punya catatan hasil bermain yang oke. Dan itu dianggap wajar juga. Catatannya adalah rata-rata mencetak 24,3 poin, 10,0 rebound dan 6,3 assist per pertandingan.

Tapi sssttt, dia juga punya catatan khusus tentang rekor hasil mainnya. Dan itu justru lebih lama disimpannya, lho. Peristiwa dalam catatan itu terjadi pada tahun 1985 saat Boston Celtics sedang berhadapan dengam Atlanta Hawks. Dalam pertandingan ini, Larry Bird bisa mencetak 60 poin dengan empat kuarter jadi durasi waktunya alias satu pertandingan.

Laiknya sebagai seorang legenda yang sudah memainkan 897 pertandingan selama 13 tahun berkarier di Boston Celtics, jersey nomor punggung 33 miliknya pun mendapat apresiasi kehormatan yang penuh dan pantas dari Boston Celtics. Nomor jersey 33 miliknya itu dipensiunkan secara terhormat dalam satu upacara khusus di TD Garden, Massachusetts, Boston pada 4 Februari 1993. (Bembo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *