NUSANTARA

Kerusakan Jembatan Monjot Majalengka Terus Berulang Sejak 2016, Akses ke Indramayu dan Tol Cipali Kembali Ditutup

progresifjaya.co.id, MAJALENGKA – Jembatan Monjot di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, kembali ditutup sementara akibat kerusakan yang terus berulang sejak 2016.

Jembatan yang menjadi akses strategis penghubung Kabupaten Majalengka menuju Kabupaten Indramayu, Gerbang Tol Kertajati, Cipali, hingga Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati itu, kini kembali menjalani proses perbaikan.

Penutupan sendiri dilakukan karena kondisi struktur jembatan yang kerusakan di badan jalan dan dinilai membahayakan bagi para pengguna jalan, terutama kendaraan besar yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Dari data yang dihimpun, kerusakan Jembatan Monjot bukan kali pertama terjadi. Sejak 2016, jembatan itu beberapa kali mengalami kerusakan akibat faktor usia konstruksi, cuaca ekstrem, hingga tingginya intensitas kendaraan.

Pada Agustus 2016, struktur jembatan mulai mengalami kerusakan signifikan. Permukaan jalan amblas akibat kondisi konstruksi yang lapuk dimakan usia, sehingga jembatan itu ditutup total untuk perbaikan secara permanen.

Belum lama diperbaiki, pada Januari 2017 badan jembatan kembali rusak akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem. Saat itu pula akses kendaraan ditutup total selama 34 hari sejak 14 Januari 2017.

Kerusakan kembali terjadi pada Januari 2020. Permukaan jembatan berlubang dan membuat kendaraan besar tak dapat melintas sehingga arus lalu lintas harus dialihkan. Kini, pada Mei 2026, Jembatan Monjot kembali ditutup total untuk rehabilitasi menyeluruh.

Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata Surya mengatakan, penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.

“Jembatan sedang dalam tahap perbaikan sehingga sementara ditutup total. Rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Pandu, Jumat (15/5/2026).

Jembatan sepanjang sekitar 125 meter dengan lebar 7 meter itu kata dia, menjadi salah satu akses utama menuju Gerbang Tol Kertajati dan Bandara Kertajati dari arah Majalengka maupun Indramayu.

Selama penutupan berlangsung, sambung dia, kendaraan besar seperti truk dan bus dari arah maupun menuju Gerbang Tol (GT) Kertajati dialihkan melalui akses GT Sumberjaya.

Sementara kendaraan minibus dan sepeda motor dari arah GT Kertajati maupun Jatitujuh diarahkan melalui jalur Desa Pakubeureum, Desa Pagandon, Blok Dukuhwaru dan Desa Kadipaten.

Sedangkan kendaraan dari arah Kadipaten menuju Kertajati dialihkan melalui rute Dukuhwaru – Pagandon – Pakubeureum. Kedua jalur itu hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan minibus.

Untuk kendaraan besar, pihak kepolisian juga mengarahkan pengendara menggunakan akses alternatif melalui GT Ujungjaya Tol Cisumdawu, Kabupaten Sumedang, guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi perbaikan. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan menyesuaikan waktu perjalanan selama proses rehabilitasi berlangsung,” pungkasnya. (Bram)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *