Warganet Soroti Estimasi Pengeluaran Acara Mewah BGN di Sentul Bikin Dahi Berkerut: Habiskan Anggaran Rp 47-56 Miliar Hanya dalam Sehari

progresifjaya.co.id, KAB.BOGOR – Acara besar digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik di tengah berbagai polemik yang belakangan mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu dihadiri sekitar 14.000 peserta yang terdiri dari kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan penyelenggara, serta berbagai mitra yang terlibat dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Sejumlah mitra SPPG yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan di media sosial juga terlihat hadir dalam acara tersebut.
Di satu sisi, BGN menyebut kegiatan itu sebagai momentum konsolidasi nasional guna memperkuat koordinasi pelaksanaan Program MBG yang kini telah berjalan di berbagai daerah.
Namun di sisi lain, penyelenggaraan acara berskala besar tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai urgensi dan efektivitas penggunaan anggaran di tengah berbagai persoalan yang masih membayangi program tersebut.
Warganet menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian, mulai dari tata kelola program, transparansi pelaksanaan, hingga berbagai keluhan yang sebelumnya sempat muncul dari sejumlah mitra di daerah.
Kritik juga mengemuka dengan narasi John Sitorus pada unggahannya @moncongputih menyoroti kalkulasi biaya acara mewah di saat Dadan Cs ditangkap Kejagung.
Penggiat media sosial John Sitorus mengutip unggahan akun X @hidupsebagai62 mengestimasi pengeluaran yang bikin dahi berkerut, totalnya mencapai 47-56 miliar rupiah hanya dalam satu hari.
Ia merinci biaya pengeluaran seperti sewa SICC sekitar Rp 1,5 miliar, tiket pesawat pulang pergi untuk 14 peserta dari 38 provinsi itu tembus Rp 28 miliar.
Selain transportasi, biaya akomodasi juga menjadi salah satu komponen utama. Dengan asumsi sekitar 10.000 peserta dari luar daerah menginap satu malam dan menempati 5.000 kamar hotel, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp6 miliar. Untuk kebutuhan transportasi lokal, termasuk layanan bus dan shuttle menuju lokasi acara, estimasi biaya mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Sementara itu, konsumsi peserta selama kegiatan diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp1,75 miliar. Komponen lain yang turut diperhitungkan meliputi pengadaan seragam peserta sekitar Rp1,05 miliar, produksi acara seperti panggung, layar LED, tata suara dan pencahayaan hingga Rp2,5 miliar, dokumentasi dan pengisi acara hingga Rp800 juta, serta kebutuhan keamanan dan protokol sekitar Rp500 juta.
Ditambah dengan biaya administrasi dan kebutuhan tak terduga yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar, total keseluruhan anggaran kegiatan tersebut disebut berada pada kisaran Rp47 miliar hingga Rp55 miliar.
Hingga saat ini, angka tersebut masih berupa estimasi yang disusun berdasarkan asumsi berbagai komponen biaya dan belum dapat dianggap sebagai nilai resmi penyelenggaraan acara. Belum terdapat dokumen anggaran resmi yang dipublikasikan kepada publik yang dapat mengonfirmasi besaran biaya sebenarnya.
Sejumlah kalangan menilai transparansi menjadi aspek penting dalam setiap penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara. Publik dinilai berhak memperoleh informasi mengenai mekanisme pengadaan, rincian pembiayaan, serta dasar perencanaan kegiatan yang menggunakan dana pemerintah.
Perhatian terhadap penggunaan anggaran tersebut juga muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap tata kelola dan akuntabilitas lembaga negara. Oleh karena itu, keterbukaan informasi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kegiatan yang didanai negara dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun kepada masyarakat luas.
Sampai berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan rincian biaya penyelenggaraan kegiatan tersebut maupun konfirmasi mengenai nilai anggaran yang sebenarnya digunakan. (Red)



